by

Ditengah Covid-19, Ribuan Keluarga Kurang Mampu di Kotamobagu Tak Lagi Terima BPNT, Royke Minta Dinsos Carikan Solusi

Mediatotabuan.co, Kotamobagu – Ditengah wabah Covid-19, ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Kotamobagu, kini tak lagi menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini.

Hal tersebut dikarenkan, sekitar 1800 keluarga penerima BPNT no rekening mereka tidak lagi aktif alias telah dinonaktifkan.

Ketua Komisi III DPRD Kotamobagu, Royke Kasenda, meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu, segera mencarikan solusi terhadap permasalahan ini.

“1.800 KPM ini warga kurang mampu. Mereka tidak mendapat bantuan lain dari pemerintah karena terdaftar penerima BPNT. Nah, sekarang ada masalah. Mulai bulan Juni, mereka tidak menerima BPNT,” ungkap Royke, Rabu (10/6)

“Ini harus jadi perhatian Pemkot Kotamobagu apalagi anggaran yang ada untuk penanggulangan dampak Covid-19 sangat besar,” ujarnya.

BACA JUGA:

 

Menurutnya, apalagi saat ini, kita sedang melawan pandemik Covid-19, maka KPM sangat membutuhkan bantuan.

“Dinsos Kotamobagu, tolong carikan solusinya. Segera cek permasalahannya dan follow up penyelesaiannya agar rekening KPM itu bisa aktif lagi,” ujarnya, Rabu (10/6/).

Lanjutnya, jika rekening KPM ini belum diaktifkan, maka Pemkot Kotamobagu, harus memberikan bantuan penanggulangan dampak Covid-19.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Roi Paputungan, membenarkan 1.800 rekening KPM BPNT di Kotamobagu dinonaktifkan.

Setelah berkoordinasi dengan Kemensos, penyebab dinonaktifkan ribuan rekening itu karena ada masalah ketidakpadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Ada beberapa masalah tapi dominannya karena NIK tidak sepadan. Kementerian sudah meminta kami untuk memperbaiki dan memverifikasi lagi, kemudian diusulkan lagi,” kata Paputungan.

Terkait dengan bantuan untuk para KPM selama rekening mereka belum aktif, dia menyebut masih menunggu arahan pimpinan.

“Kalau bisa ya bulan Juli bisa dicover dengan bantuan yang ada di Pemkot,” pungkasnya.

(*)

Comment