oleh

IAIK: Demo Mahasiswa Jangan Anarkis, Sampaikan Aspirasi Secara Elegan

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Gelombang aksi penolakan Omnibus Law  Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dalam di pelosok daerah Indonesia terus disuarakan mahasiswa.

Terkait hal itu, salah satu kampus di Kotamobagu, yakni Kampus Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK) angkat bicara.

Melalui Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan IAIK, Harianto Simbala SKom mengatakan, pihak Kampus IAIK, tidak melarang mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap situasi saat ini.

Namun, Ia menghimbau kepada mahasiswanya agar tetap mengedepankan kewajiban pokok yakni wajib mengikuti perkuliahan.

“Kampus tidak memiliki kewenangan untuk melarang mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Itu merupakan hak mahasiswa, apa lagi mereka mengatasnamakan organisasi ekstra kampus, dan menyampaikan aspirasi itu dilindungi undang-undang,” katanya, saat dihubungi Mediatotabuan.co, Jumat (16/10).

“Ini juga saya sampaikan saat pihak Polres Kotamobagu, bersilaturahmi dengan pihak Kampus IAIK,” tambahnya.

Ei, sapaan akrab Herianto, hanya menekankan agar dalam menyampaikan aspirasi, tidak melakukan tindakan anarkis yang nantinya merugikan semua pihak.

“Terkait aksi penolakan UU Cipta Kerja dalam Omnibus Law, kami berharap agar hal tersebut dapat disampaikan dengan cara tidak anarkis atau lebih elegan seperti diskusi ataupun melalui kajian-kajian, apalagi di IAIK ada jurusan hukum,” harapnya.

Dirinya juga menyebutkan, pun pihak IAIK sudah membuka ruang kepada mahasiswanya dari program studi hukum, agar dapat bersama-sama membahas UU Cipta Kerja tersebut.

“Dimana celahnya?, apabila memang UU ini bermasalah, mari kita bersama cari titik pangkalnya dan didiskusikan bersama, dan bisa saja IAIK menjadi salah satu yang mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi tentu, hal ini turut memberikan nilai positif untuk kampus dan terlebih khusus terhadap mahasiswa sendiri sebagai kaum intelektual,” tukasnya.

Disamping itu, Kapolres Kotamobagu melalui Kasubag Humas Iptu Rusman M Saleh SE mengimbau kepada mahasiswa, agar ketika melakukan kegiatan demo, dapat menyampaikan surat pemberitahuan.

“Kedepannya, kepada ade-ade mahasiswa kedepan nanti jika ingin membuat aksi, minimal sebelum tiga hari sebelum aksi dapat menyampaikan surat pemberitahuan ke Polres Kotamobagu, sesuai aturan yang ada,” imbaunya.

(Yudi)

Komentar