oleh

Sepanjang 2020, Tercatat 163 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan di Bolmong

mediatotabuan.co, Bolmong – Sepanjang tahun 2020, terdapat kurang lebih 163 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolmong, Farida Mooduto melalui Kasie Kesejahteraan Anak, Rahmawati Gumohung, saat ditemui media ini di ruang kerjanya mengatakan, sepanjang bulan Januari hingga Desember 2020 kasus yang ditangani instansinya ini tercatat ada 163 kasus.

“Kasusnya bermacam-macam,” ujarnya, Rabu (13/1).

Dirinya menyebutkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu di antaranya terdiri dari perkara seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan fisik, anak sebagai pelaku, kekerasan terhadap perempuan, perzinahan (perempuan) dan lainnya.

Data ini dirangkum DP3A Bolmong, dari 12 Polsek, 2 Polres (Bolmong dan Kotamobagu), dan dari dinas sendiri.

“Yang terbanyak adalah kasus seksual, mencapai 69, dan kasus kekerasan fisik yakni 40 kejadian. Selain itu, perkara KDRT 25 kasus, dan lainnya sebanyak 29 kasus,’ ungkapnya.

Lanjutnya, di antara kasus seksual atau pencabulan, pelakunya merupakan orang terdekat korban, bahkan masih terikat ikatan keluarga.

“Mirisnya lagi pelaku merupakan ayah tiri maupun orang tua kandung korban,” beber Rahmawati.

Ia juga menambahkan, pihaknya selama ini terus gencar melakukan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Warga diminta tak perlu takut untuk melaporkan kasus kekerasan yang menimpa mereka.

“Saat ini pun, pihaknya terus melakukan upaya pendampingan, diantaranya mulai dari pendampingan medis dan pendampingan hukum dengan menyediakan pengacara. Pada pokoknya pendampingan hingga selesai,” pungkasnya.

Peliput: Yudi Paputungan
Redaktur: Gito Simbala

Komentar