oleh

Polisi Gelar Perkara Biasa, Peristiwa Kematian Calon Pengantin Warga Pobundayan Masih Misteri

mediatotabuan.co, KotamobaguPolres Kotamobagu Selasa (2/2), melaksanakan gelar perkara biasa terhadap dugaan kasus pembunuhan terhadap calon pengantin Tiara Permadani Gamri (19), warga kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Dihimpun dari media ini, bertempat di Mapolres Kotamobagu sekira pukul 10.00 Wita, dipimpin langsung Kasat Reskrim, AKP Angga Maulana SIK, anggota penyidik telah melakukan pra gelar.

Kedua belah pihak, terlapor maupun pelapor tampak menghadiri gelar perkara biasa.

Melalui Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum) Zulfikri Darwis, mengungkapkan gelar perkara ini difasilitasi Kasat Reskrim langsung, hadir juga Kepala UPTD Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) Kotamobagu, Susilawati Gilalom, Advokat pendamping, Tri Putra Sulami Saleh, serta 16 saksi dalam kasus ini.

Dirinya mengatakan, gelar perkara ini disampaikan hasil fakta yang didapat dalam dugaan perkara dilaporkan selama ditangani pihaknya.

“Apabila ada kekurangan dan tambahan, disampaikan penyidik maka itu merupakan faktanya, dari hasil yang didapat selama ini,” kata Darwis, saat diwawancara media ini, usai gelar perkara.

Namun, jika tidak ada aral melintang dalam waktu dekat akan di gelar perkara pokok dari kasus ini, untuk menentukan sikap selanjutnya apakah akan ditingkatkan ketahap penyidikan atau tidak.

Ia juga menyebutkan, tidak adanya tambahan saksi dalam gelar perkara tersebut. Pihak saksi korban berjumlah 12 orang dan pihak terlapor ada 4 orang, salah satunya calon suami Tiara yang merupakan terlapor ikut hadir.

Disamping itu, Tri Putra Sulami Saleh selaku Advokat UPTD PPA Kotamobagu yang mendampingi korban mengatakan, ini merupakan gelar perkara biasa, dengan tujuan menyampaikan kepada pihak korban atas keterbukaan perkembangan kasus yang telah ditangani  pihak penyidik selama ini.

“Proses saat ini dalam tahap penyelidikan. Karena dalam gelar perkara biasa yang dilakukan telah disampaikan semua perkembangannya,” ujar Tri.

Menurutnya, lanjutan dari kasus ini akan dilakukan gelar perkara khusus secara internal dari pihak reskrim, sehingga apapun perkembangannya nanti akan diberitahukan lewat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada korban melalui Advokat pendamping.

“Setelah proses gelar perkara internal pihak kepolisian, nanti akan tergambarkan dalam SP2HP, entah itu konteks peningkatan sidik atau tidak bisa dinaikan” tuturnya.

Pun  saat ini, dirinya tengah menyampaikan saran – saran hukum atas perkembangan kasus yang tengah ditangani  pihak penyidik.

“Nantinya, setiap alat bukti untuk dipenuhi penyidik, kami akan siap penuhi bersama dengan pihak korban, bagi manapun caranya itu, karena ini bagian tugas dan tanggung jawab kami bersama,” tukasnya.

Selanjutnya, Kepala UPTD P2TPA Kotamobagu, Susilawati Gilalom menyampaikan, akan siap terus mengawal kasus ini, dan akan menyiapkan apa saja untuk kasus ini.

“Kasus ini wajib mendapat pendampingan hukum hingga selesai,” jelasnya.

Ditambahkanya, saat ini upaya koordinasi tengah dilakukan dengan DP3A Provinsi Sulut.

“Bukan itu saja, upaya koordinasi tengah dibangun bersama Kejaksaan Negeri Kotamobagu bidang Pidum, untuk bersama ikut membantu memperjelas apa yang terjadi dengan dalam kasus kematian Tiara,” pungkasnya.

Diketahui, P2TPA Kotamobagu, Kamis (4/2) akan menggelar beda kasus bersama pihak kejaksaan terkait kasus dugaan pembunuhan yang hingga kini masih misterius.

 

Peliput : Yudi Paputungan

Redatur : Gito Simbala

Komentar