oleh

Pegadaian Kotamobagu Tak Terbukti Melawan Hukum

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Keputusan Pegadaian Cabang Kotamobagu, untuk menjual unit mobil dum truck, milik nasabah Fonny Watulingas sebagai jaminan atas pinjaman, tak terbukti adanya unsur Pelanggaran Melanggar Hukum (PMH).

Ini sebagaimana putusan Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, yang menolak gugatan Perkara nomor 1/Pdt.G.S/2021/PN.Ktg, dilayangkan Fonny Watulingas (Nasabah) melalui kuasa hukumnya Very Satria Dilapanga selaku penggugat, Selasa (23/2).

Tim Pengacara Pegadaian Cabang Kotamobagu, foto bersama dengan Kepala Pegadaian Kotamobagu, usai sidang. (Foto: Istimewa)

Tim kuasa hukum Pegadaian Cabang Kotamobagu, Rosiko Hady mengatakan, pada sidang putusan kasus perdata ini, Hakim Sulharman SH MH, menolak semua gugatan penggugat.

“Hakim memutuskan menolak gugatan nasabah atau penggugat untuk seluruhnya,” kata  Rosiko.

Menurut pengacara muda ini, apa yang dilakukan Pegadaian Cabang Kotamobagu ini, tidak melawan hukum.

“Bahwa perbuatan dari pegadaian menjual unit mobil dum truck tidak melawan hukum, dikarenakan adanya wanprestasi yang diatur dalam perjanjian dan disepakati oleh kedua belah pihak,” tutur Rosiko.

Senada, Kepala Bagian Hukum Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) V Manado, Melky Lolowang, kepada media ini mengungkapkan, unsur Pelanggaran Melanggar Hukum (PMH) dalam Persidangan itu tidak terbukti.

Menurutnya, proses eksekusi yang dilakukan pegadaian itu tidak bertentangan dengan hukum. Karena ini kategori wanprestasi yang diatur dalam perjanjian dan disepakati oleh kedua belah pihak.

“Proses penjualan lelang kendaraan itu sudah sesuai dengan aturan maupun SOP,” jelasnya.

“Jadi nasabah yang sudah macet 13 bulan itu sudah dikategorikan wanprestasi,” imbuhnya.

Dalam perkara ini, Tim kuasa hukum Pegadaian Cabang Kotamobagu, yakni Rosiko Hadi, Melky Loloang dan Muhammad Sabil.

Diinfomrasikan, pihak penggugat (Fonny Watulingas), diberikan waktu selama 7 hari untuk mengajukan keberatan.

(Tim Mt.co)

Komentar