oleh

Diduga Untuk Balap Liar, 32 Unit Motor Dikeluarkan Usai Lebaran

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, mengambil langkah tegas dengan menahan 32 unit motor diduga digunakan untuk balapan liar di bulan puasa ini.

Bahkan, tak tangung-tangung, AKBP Prasetya Sejati SIK, kembali menegaskan, jika ke 32 unit kendaraan yang terjaring saat balap liar, akan dikeluarkan usai hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah nanti.

Puluhan kendaraan diamankan Satlantas Polres Kotamobagu, yang diduga akan digunakan untuk balapan liar. (Foto: Satlantas Polres Kotamobagu)

“Tentu tindakan tegas ini diambil untuk memberikan efek jera dan menjaga situasi Kamtibmas aman dan kondusif,  terlebih saat ini dalam suasana bulan Ramadhan,” kata AKBP Prasetya Sejati.

“Langkah ini juga kita (Polres Kotamobagu) ambil sebagai bagian dari kewajiban saya menjaga saudara-saudara muslim yang saat ini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan agar tidak terganggu,” ujar Prasetya.

Menurutnya, aksi balap liar di bulan Ramdhan seakan menjadi menu utama para remaja untuk menghibur diri. Padahal ini sangat berpotensi mengakibatkan kecelakaan dan tentunya dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Maka itu, dukungan berbagai pihak terutama masyarakat terlebih kaum milenial sangat penting agar bersama – sama menjaga situasi Kamtibmas Kotamobagu tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Adapan sangsi diberikan terhadap pelaku balap liar, lanjut Prestya, adalah sangsi adminstrasi berupa penilangan. Ia juga kembali menegaskan, agar oran tua mengingatkan kembali anak-anaknya agar jangan terlibat dengan aksi balap liar.

“Mari kita hargai saudara kita yang tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadhan,” tandasnya.

Diketahui, Rabu (14/4) dini hari, dalam operasi cipta kondisi seluruh jajaran Polres Kotamobagu berhasil mengamankan sedikitnya 32 unit motor yang diduga melakukan aksi balap liar. Puluhan motor tersebut diamankan polisi di sejumlah titik di dalam Kotamobagu yang sering menjadi lokasi balapan liar.

 

Peliput: Yudi Paputungan
Redaktur: Gito Simbala

Komentar