oleh

[FEATURE] Pengalaman Vicky Jadi MC Dimasa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir. Beberapa momen yang melibatkan banyak orang terpaksa harus ditunda agar virus dari Kota Wuhan Cina ini tidak menyebar luas. Dampak paling besar salah satunya profesi MC terpaksa kehilangan job.

Setahun berlalu, saat Presiden RI mengumumkan Covid-19 adalah bencana nasional dan sempat dikeluarkan kebijakan pembatasan sosial hampir seluruh aktivitas lumpuh, namun seiring berlalu kini masyarakat perlahan mulai kembali beraktivitas dalam kondisi new normal atau istilah tatanan baru.

Pada kondisi ini aktivitas seperti sediakala tapi dengan protokol kesehatan, misalnya boleh mengumpulkan orang namun dibatasi hanya diisi 50 persen dalam ruangan, baik itu ekativitas sosial maupun keagamaan.

Taat pada protokol kesehatan (Prokes) menjadi syarat mutlak dilaksanakan, apabila melanggar tentu ada sanksi yang sudah diatur. Karena Covid-19, seluruh sumber pendapatan terganggu apalagi pagi para pembuat acara/kegiatan sosial kemasyarakatan, salah satunya bagi profesi master of ceremony (MC).

Salah satunya Vicky Tegela seorang MC yang cukup terkenal di Bolaang Mongondow Raya (BMR), banyak job yang dibatalkan saat munculnya pandemi, bahkan saat pembatasan sosial lalu, ia nyaris tak ada job.

Meski iven-iven masih dibatasi, namun kini ia mulai kembali mendapat kontrak dengan acar kecil-kecilan, maklum acar ditengah Ccovid-19. Pria kelahiran 22 September 1987, asal Desa Kopandakan, Kecamatan Kotamobagu Selatan ini, menceritakan pengalaman membawa acara yang diwajibkan dengan protokol kesehatan.

“Semua tamu undangan, harus mentaati protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, tetap menjaga jarak, sebelum masuk agar tetap mencuci tangan, jangan lakukan kontak fisik seperti bersalaman, atau kontak fisik lainnya,” sebut Vicky, kepada mediatotabuan.co, Minggu (30/5).

Bukan hanya para tamu undangan saja, ia juga memperhatikan dirinya saat akan memulai acara, mulai dari hal kecil seperti, saat memegang mic microphone sehingga hand sanitizer tetap menjadi bahan wajib dibawa kemana-mana.

“Tentu takut dong dengan virus corona, jadi sebelum memulai acara, mic saya bersihkan dengan hand sanitizer dan melapisnya dengan tisu agar tidak terjangkit,” aku Vicky.

Pria 34 tahun ini pun berharap, meskipun kurang nyaman dengan segala aturan ketat terkait protokol kesehatan, ia tetap harus mentaati, sebab ini juga demi kebaikan bersama, agar covid -19 tidak tersebar luas dan pandemi segera berakhir.

Pria ini pun, menceritakan sedikit keluhannya saat kondisi pandemi masih berlangsung. Pasalnya, sejak ditetapkan pemerintah daerah (Pemda) Kota Kotamobagu, tentang pembatasan kegiatan masyarakat dengan merujuk pada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan virus corona, beberapa job (pekerjaan) terpaksa harus di cancel tentu sangat berdampak pada kebutuhan ekonomi sehari-hari

Now job, now money (tak ada pekerjaan, tak ada uang),” keluh Vicky.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi itu mulai jadi terbiasa, profesi sebagai MC mulai ada job, tapi mereka sendiri dituntut untuk mengingatkan protokol kesehatan kepada peserta kegiatan atau tamu undangan dikala acara resepsi pernikahan.

“Memang ada beberapa job yang berkurang karena pengaruh pandemi, dari sebulan biasanya bisa hingga 12 job yang harus diladeni, kini kurang 4 sampai 5 job saja,” sebutnya.

Vicky, yang sudah menggeluti dunia entertain sejak 2007, kini mulai menerima job tambahan mulai dari acara ulang tahun, pesta maupun hajajatan-hajatan kecil lainnya di BMR, yang membutuhkan jasa MC.

Pokoknya kata Vicky, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat dalam kehidupan sehari-hari. Seperti anjuran pemerintah prokes 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

Saat ini, masyarakat harus berbesar hati dimasa pandemi covid-19, muda-mudahan saja covid-19 segera berakhir, asalkan kita juga harus patuhi anjuran pemerintah hidup ditengah pandemi.

“Masyarakat di Bolmong Raya tetap taat prokes agar kita sama-sama terhindar dari Covid-19, kita sehat, keluarga sehat dan covid-19 segera berakhir,” kata vicky mengakhiri.

 

Penullis: Yudi Paputungan

Komentar