by

Karyawan JRBM Dinyatakan Positif Covid-19, Operasi Tambang Dihentikan Sementara

mediatotabuan.co, Bolmong – Beberapa karyawan PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) dinyatakan positif Covid-19. Manajemen perusahan tambang emas tersebut memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi pertambangan, dengan terus memperhatikan protokol kesehatan (protkes) 3M. 

Surat pemberitahuan pemberhentian operasi penambangan dari JRBM sudah dilaporkan kepada pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten.

Direktur Utama PT JRBM menjelaskan terkait alasan mengapa JRBM harus menutup sementara kegiatan operasionalnya, ini merupakan pilihan terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, semata-mata untuk melindungi karyawan dan segenap keluarga.

“Karyawan adalah aset yang paling berharga yang harus dilindungi. Meski dengan menghentikan kegiatan operasi harus kehilangan sejumlah potensi pendapatan, namun perusahaan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dan keluarga,” lanjut Edi. 

Selama tidak ada aktivitas penambangan, perusahaan akan melakukan beberapa kegiatan pemulihan mulai dari penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi seperti mess, kantor dan fasilitas lainnya. Selain itu perusahaan juga akan tetap fokus merawat dan memperhatikan para pekerja yang saat ini sedang isolasi mandiri.

“Mereka akan secara rutin diperiksa dan dirawat dokter perusahaan, diperhatikan semua kebutuhannya. Kami berharap mereka segera sembuh dan bisa kembali bergabung bersama keluarganya, juga diimbau agar semua karyawan taat protkes Covid-19,” tandas Edi.

Edi mengakui bahwa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu setengah tahun ini telah berdampak pada semua aspek kehidupan. Termasuk dalam kegiatan operasi pertambangan.

“Kita berharap agar pendemi ini bisa segera berakhir sehingga aktivitas operasional pertambangan berjalan normal. Pada akhirnya bisa memberi kontribusi bagi bangsa, masyakat dan juga pekerja,”pungkas Edi.

Meski secara nasional trend penambahan kasus baru menunjukkan trend penurunan, namun terlihat ada peningkatan jumlah kasus baru di luar Pulau Jawa termasuk Propinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu (31/07), angka kasus baru di Nyiur Melambai sebanyak 708 kasus positif.  Tiga daerah dintaranya Manado, Bitung dan Minahasa Utara, masuk kategori zona merah atau risiko tinggi Covid-19. Sementara 10 daerah lainnya berada pada zona oranye dan zona kuning.

Satgas Covid-19 Sulut mengimbau agar memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah desa/kelurahan, hingga di tingkat lingkungan sesuai dengan level dari assesment kasus Covid-19 suatu wilayah.

Juga berharap, bagi kontak erat wajib melaksanakan karantina sambil menunggu keluarnya hasil tes PCR, atau segera melakukan pemeriksaan RDT antigen.

“Tetap ketat menaati protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak lebih dari dua meter, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama,” imbau Mery.

Diketahui, ada beberapa karyawan PT JRBM dinyatakan positif. Manajemen PT JRBM memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi pertambangan.

Kamran Muchtar Podomi, salah satu Tokoh masyarakat Bolmong juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan JRBM tersebut.

“Langkah penghentian sementara operasional JRBM merupakan ikhtiar dan tingkat keseriusan tertinggi JRBM dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Masyarakat dan pemerintah wajib memberi apresiasi kepada JRBM dan mendukung upaya ini,” kata Kamran.

Anggota DPRD Kab Bolmong Fraksi Golkar, Sulhan Manggabarani mengatakan bahwa kegiatan operasional penambangan oleh JRBM harus didukung. Ini langkah serius JRBM untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

“Saya yakin upaya ini dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan. Kita tau, sejak awal bulan April 2020 JRBM sudah menerapkan protokol kesehatan untuk seluruh karyawannya dengan SOP yang sangat ketat. Bukan hanya 3 M tapi juga 3 T (testing, treasing, treatment),” kata Sulhan.

Tapi bagaimanapun ini adalah virus tetap saja ada yang terpapar. Yang terpenting harus diapresiasi karena JRBM telah member perlindungan terhadap karyawan. Tapi semua pihak harus taat dengan protkes.

“Masyarakat taat dengann 5M, dan pemerintah terus menerus melakukan testing, treasing dan treatment.” tegas Sulhan.

Dikonfirmasi juga bahwa sebagian besar dari karyawan JRBM yang melakukan isolasi mandiri di Hotel yang ditunjuk sudah negativ dari virus Covid-19.

“Ini merupakan hal yang baik yang harus juga kita tebar agar para karyawan dan masyarakat pejuang Covid-19, yakin bahwa pasti sembuh dengan istirahat, minum obat sesuai anjuran dokter dan penanganan yang tepat,” kata Irwan Lupoyo, GM JRBM.

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment