by

Dituding Pilih Kasih, Ini Tanggapan Satgas Covid-19 Kotamobagu

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Satgas Covid-19 Kota Kotamobagu, dituding pilih kasih dalam menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kota Kotamobagu.

Menanggapi tudingan kepada  Satgas Covid-19 Kota Kotambagu, Sekertatris I Satgas Covid-19 Kotamobagu, Alfian Hasan ST, membantah hal tersebut.

Menurut Kepala BPBD Kota Kotamobagu ini, pemberlakuan jam operasional pada wilayah pusat perbelanjaan di Kota Kotamobagu sudah sesuai ketentuan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro level 3, level 2, dan level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, serta Surat Edaran Walikota Kotamobagu Nomor 133/W-KK/VII/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Kotamobagu, yang berlaku tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

“Dalam surat edaran walikota ini, pada poin f menyebutkan pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dan pasar tradisional jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 17.00 Wita, dan kapasitas pengunjung dibatasi 25% dengan penerapan Prokes secara ketat. Poin ini sangat jelas mengatur jam operasional toko-toko yang ada di pusat perbelanjaan/pusat perdagangan. Kawasan jalan Adampe Dolot, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Kartini adalah pusat perbelanjaan/pusat perdagangan di Kota Kotamobagu, sehingga jam operasional dibatasi sampai pukul 17.00 Wita,” kata Alfian saat dihubungi mediatotabuan.co via seluler.

Sementara itu lanjutnya, jam operasional untuk toko kelontong, pedagang kaki lima, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut dan beberapa usaha sejenis lainnya diatur pada poin d, dimana jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 Wita dengan prokes ketat.

“Jadi cukup jelas bahwa jenis usaha sebagaimana diatur dalam poin d yang tidak masuk dalam kawasan pusat perbelanjaan/pusat perdagangan jam operasionalnya hingga pukul 21.00 Wita,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan operasi yustisi, Satgas Covid-19 Pemkot Kotamobagu tidak pernah membeda-bedakan, pilih kasih atau memberikan perlakuan khusus kepada para pelaku usaha tertentu.

“Tapi melaksanakannya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku. Para pelaku usaha di kawasan Jalan Adampe Dolot, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kartini pun sudah disosialisasikan terkait Surat Edaran Walikota nomor 133 ini,” jelasnya.

“Dan kenapa di kawasan pertokoan Jalan Adampe Dolot, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Kartini termasuk kawasan pasar tradisoional pasar serasi dan 23 Maret menjadi perhatian kami, karena di kawasan tersebut sangat berpotensi penyebaran Covid-19. Apalagi jika dilihat dari peta penyebaran terkonfirmasi positif Covid-19, maka wilayah Kelurahan Gogagoman dan Kelurahan Mogolain yang notabenenya tidak jauh dari kawasan pertokoan dan pasar tradisional terkonfirmasi positif Covid-19 banyak. Jadi tidak ada pilih kasih,” tukasnya.

Comment