by

Pemkab Boltim Seriusi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

mediatotabuan.co, Boltim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mogondow Timur (Boltim), seriusi kasus kekerasan perempuan dan anak.

Ini disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Boltim, Wenda Arif, Kamis (26/08).

“Kami UPTD mengaharapkan keberanian dan keterbukaan masyarakat yang menjadi korban kekerasan agar tidak diam, saatnya masyarakat berani melaporkan, karena kami siap melayani dan mendampingi,” kata Wenda.

Menurutnya, keberanian dan respon cepat masyarakat untuk melaporkan kejadian-kejadian yang melibatkan PPA dapat menimbulkan kewaspadaan bagi pelaku agar tidak berniat melakukan kejahatan.

Di sisi lain, Wenda membenarkan bahwa kasus yang melibatkan PPA sebagai korban kekerasan di Kabupaten Boltim hingga Agustus 2021 ini mengalami tren peningkatan.

“Dari data yang ada, pada Juni 2021 jumlah kasus kekerasan PPA sebanyak 8 kasus. Sedangkan pada Agustus 2021 naik menjadi 14 kasus,” Katanya.

Adapun jumlah kasus kekerasan PPA di Boltim pada dua tahun terakhir, sebanyak 9 kasus pada 2019 dan 26 kasus pada 2020.

“Untuk saat ini pihaknya sedang mendampingi 6 kasus PPA, termasuk kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur,” tambahnya.

 

Peliput: Adri Damongi
Redaktur: Gito Simbala

Comment