by

Mengadvokasi Kasus Hukum di Tengah Pandemi, Pengacara Ini Utamakan Protkes Covid-19

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Karena sering membela klien dan berhadapan dengan mitra kerja, advokat muda nan cantik ini tak lupa dengan protokol kesehatan (protkes) Covid-19, selama masa pandemi Covid-19.

Adalah Dina Katong SH MH, yang berprofesi sebagai advokat di lembaga bantuan hukum Jein Djauhari & Associates, sering menangani kasus dari klien yang butuh pendampingan saat berurusan dengan persoalan hukum, meski masih dimasa pandemi Covid-19, agar tak tertular dengan virus dari Wuhan, Dina tak melepas masker dan selalu membawa hand sanitizer.

Menurut Dina, banyak kasus yang pihaknya sedang tangani selama masa pandemi ini, untung saja di LBH yang menaunginya, ada beberapa orang tim hukum sehingga bisa dibagi-bagi tugas.

Kata lulusan S1 Fakultas Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di beberapa daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), bila hanya satu orang pasti tidak akan sanggup, sehingga saling berbagi tugas, agar bisa diselesaikan.

“Apalagi dimasa pandemi ini harus lebih hati-hati bertemu dengan klien atau mitra kerja, kamipun harus berbagi tugas untuk mengurangi interaksi dengan orang lain,” kata Dina, saat ditemui di kantornya  Jalan KS Tubun, Kelurahan Sinindian Kota Kotamobagu, Selasa (28/9).

Begitupun bila ada sidang di pengadilan, protkes cukup ketat jadi harus memakai masker dan membawa hand sanitizer. Pokoknya kata Dina, agar nyaman melaksanakan tugas sebagai pengacara, maka protkes 3M yakni memakai masker, mencuci tangan atau pakai hand sanitizer serta menjaga jarak selalu diutamakan.

“Karena kita akan membela, melindungi klien baik dari jeratan hukum maupun virus karena masih dimasa pandemi Covid-19. Jadi bila bertemu klien kami ingatkan juga agar patuhi 3M, agar kita sama-sama bisa selamat dari virus,” kata lulusan Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Hassanudin Makasar ini.

Bukan hanya aktivitas pengacara yang digelutinya, karena saat ini Ia juga mengajar mata kuliah hukum di Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu. Dan kata Dina ada beberapa pertemuan yang terpaksa dilakukan melalui online tujuannya meminimalisir terjadi kontak dengan orang lain.

“Mahasiswa kan ada puluhan dalam kelas, jadi untuk menghindari kerumunan dan menjaga kesehatan saya dan mahasiswa, ada beberapa pertemuan dilakukan melalui jaringan internet,” kata Dina.

Begitupun bila tidak ada kegiatan di luar rumah, maka Ia lebih memilih di rumah saja menghindari pertemuan dengan orang lain, apalagi Ia tinggal bersama orang tua.

“Ibu kan sudah cukup tua, dan saya beraktivitas di luar rumah, jadi bila tidak ada yang terlalu penting maka lebih banyak diam di rumah, bukan hanya menjaga kesehatan saya pribadi tapi juga keluarga terutama orang tua,” katanya.

Ia berharap pandemi ini cepat berlalu sehingga bisa beraktivtas seperti biasa, dan membantu banyak orang yang sedang berhadapan dengan hukum.

Intinya kata Dina, saat sekarang ini sebaiknya mengikuti imbauan protkes covid-19 dari pemerintah agar terhindar dari ancaman virus.

“Juga perubahan perilaku dimasa pandemi Covid-19 sangat penting, untuk menjaga kesehatan diri kita, keluarga dan orang lain,” kunci perempuan asal Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Slawesi Utara ini.

 

Penulis: Fahmi Gobel        

Comment