by

Usai Divaksin Covid19, Ini Harapan Fabio Siswa MAN Kotamobagu

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Salah satu siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kotamobagu, Moh Fabio A Paputungan, merasa bersyukur usai divaksin dan berharap bisa sekolah tatap muka seperti sebelum pandemi Covid-19.

Kepala Sekolah MAN Kotamobagu, Liliyanti Kaawoan MPd mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dengan program vaksinasi tersebut, dan akan terus mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami juga masih menerapkan protokol kesehatan (protkes) Covid-19, dengan mengikuti anjuran pemerintah terkait 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas),” kata Liliyanti, Senin (15/11).

Diketahui, pada Senin (15/11), MAN Kotamobagu menyiapkan tempat pelaksanaan gerakan nasional vaksinasi yang difasilitasi Badan Intelegen Negara (BIN). BIN menggelar program vaksinasi massal menyasar para pelajar.

Dengan tema Indonesia Sehat Indonesia Hebat, vaksinasi massal sukses digelar dengan total divaksin berjumlah 196 orang pelajar. Dengan dukungan tenaga dari Dinkes Kotamobagu, sekitar 10 an orang petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Motoboi Kecil, melayani proses vaksin di sekolah beralamat di Kelurahan Mongondow tersebut.

Siswa kelas Fabio kini berumur 16 tahun, usai divaksin justru sangat mendukung program yang digelar oleh BIN tersebut, seraya berharap sekolah tidak lagi sistem sift karena sudah cukup lama belajar dari rumah (online).

“Kalau sekolah seperti biasa lebih enak, kami bisa bertatap muka dengan guru, juga bertemu teman-teman se kelas,” kata Fabio, Senin (15/11).

Disinggung apakah ia mendapatkan izin dari orang tua, Fabio mengatakan justru orang tuanya sangat setuju dan telah menandatangani surat persetujuan.

“Kan bila divaksin harus memasukan dulu surat persetujuan dari orang tua, dan surat itu sudah dimasukan kepada wali kelas,” kata Fabio.

Disinggung apa yang dirasakan saat jarum suntik masuk ke salah satu bagian tubuh (lengan kiri), Fabio mengaku hanya seperti digigit semut dan tidak sakit.

Cuma sama deng bifi ada gigit nda tatalu dapa rasa (hanya seperti digigit semut, hampir tidak berasa) saat disuntik,” aku Fabio.

Ditanya lagi, apakah setelah divaksin merasakan efek lain seperti pegal di lengan atau terasa sakit atau demam, Fabio mengatakan beberapa jam usai divaksin dirinya belum merasakan ada reaksi lain.

“Mungkin satu jam lalu saya divaksin, sampai saat ini (pukul 14.02 Wita), belum merasakan apa-apa,” akunya lagi.

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment