by

Kepala Disdik Boltim: Pengangkatan Kepsek sudah melalui kajian

mediatotabuan.co, Boltim – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Boltim, Hodong Kobandaha, membantah tudingan jika pengangkatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyalahi aturan.“Tidak ada yang menyalahi aturan, sebab semua sudah melalui kajian dan prosedur yang ada,” kata Hodong.

Menurut Hodong, proses penunjukan dan pengangkatan Kepsek sudah melalui kajian dari berbagai aspek termasuk persyaratan untuk menjadi Kepsek.

Salah satu tudingan melanggar aturan dalam pengangkatan Kepsek di Boltim ini terkait dengan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

“Benar hal itu jika NUKS adalah satu satu persyaratan seseorang menjadi Kepsek, tapi bukan berarti belum punya NUKS tak bisa jadi Kepsek. Itu bisa, nanti setelah itu baru mengikuti penyesuaian. Memang ada Kepsek yang dilantik belum memiliki NUKS, tapi mereka masih Plt (Pelaksana Tugas). Kemudian faktor lain yang dinilai seseorang bisa menjadi Kepsek adalah kinerja, kompetensi dan kemampuan. Jadi tidak sembarang kita menunjuk Kepsek,” jelasnya.

Hodong juga mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu sudah ada beberapa Kepsek yang sudah mengikuti tahapan perekrutan cakol Kepsek, akan tetapi tahapan tersebut terhenti sebab terkendala pandemi Covid-19.

“Untuk mendapatkan NUKS ini-kan butuh proses. Kemudian ada konsekuensi anggarannya juga. Sementara anggaran untuk itu digeser pada penanganan Covid-19,” pungkasnya.

 

*

Comment