by

Deklarasi Damai untuk Desa Kosio dan Doloduo serta Domoga Bersatu

mediatotabuan.co, Bolmong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) dipimpin Bupati Dra Hj YAsti Soepredjo Mokoagow, bersama Kepala Kepolisisan Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara (Sulut), Irjen Pol Mulyatno, langsung menemui masyarakat di desa yang terjadi Tauran Antar Kampung (Tarkam), Sabtu (14/05/2022).

Kedua desa bertikai dan mendeklarasikan damai yakni Desa Kosio dan Desa Doloduo. Selain kedua desa, juga dilaksanakan deklarasi damai untuk wilayah Dumoga Bersatu.

Foto bersama usai penandatanganan deklarasi damai. (Foto: Disjominfo Bolmong)

Deklarasi damai dilakasanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Wangga Baru, Kecamatan Dumoga Barat ini, dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bolmong, Forkompimcam, para Sangadi (Kepala Desa), tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda se – Dumoga Raya.

Sebelum menandatangani kesepakatan damai sebagaiaman tertuang dalam deklaasi damai, Bupati Bolmong, Kapolda Sulut, dan Forkopimda Bolmong, melakukan tatap muka langsung dengan warga untuk diskusi sekaligus memediasi mengakhiri konflik yang sudah berlansung beberapa hari ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Bolmong, Dra Hj YAsti Soepredjo Mokoagow, menyampaikan turut berduka cita yang mendalam, atas meninggalnya salah satu warga Kosio Barat Rian Manembu dalam insiden tersebut.

Bupati Bolmong, Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, saat menemui keluarga korban Tarkam Desa Kosio dan Desa Doloduo. (Foto: Diskominfo Bolmong)

Bupati Bolmong juga menegajak semua elemen masyarakat khususnya di Kecamatan Dumoga Barat dan Dumoga Tengah, untuk sama-sama bertangung jawab menjaga Kemanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusuif.

“Perdamaian itu sangat penting agar semua aktifitas bisa berjalan dengan lancar termasuk pembanguan. Untuk itu, saya meminta kepada semua pihak, baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda maupun tokoh perempuan, untuk bersama-sama menjaga daerah ini tetap aman dan damai, Ingat motto leluhur kita, mototabian, mototanoban bo mototompiaan,” ajak Yasti.

Sementara itu, Kapolda Sulut, Irjen Pol Mulyatno SH MH, mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Desa Doloduo dan Desa Kosio Barat, untuk segera menghentikan pertikaian dan permusuhan.

“Dilihat dari aspek manapun, pertikaian itu tidak ada untungnya. Kata pepatah menang jadi arang kalah jadi abu, tidak ada untungnya sama sekali,” ujar  Kapolda.

Pertemuan tersebut, diakhiri dengan pembacaan sekaligus penandatanganan deklarasi damai oleh Sangadi Doloduo dan Kosio Barat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh adat dan tokoh pemuda diikuti oleh Camat dan perwakilan Sangadi se-Dumoga Raya.

Penandatanganan deklarasi Damai ini, disaksikan langsung oleh Kapolda Sulut, Bupati Bolmong, Ketua DPRD Welty Komaling, Dandim 1303 Kol.Inf. Raja Gunung Nasution, Kapolres Bolmong, Kajari Kotamobagu dan Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Berikut Isi Deklarasi Damai Doloduo – Kosio Barat :

  1. kami bersumpah dan mengakui bahwa kami seluruh warga masyarakat dari desa doloduo dan masyarakat desa Kosio Barat adalah saudara, dan akan hidup berdampingan secara damai,
    saling tolong menolong dan bekerjasama, dalam kebaikan, hingga akhir zaman.
  2. Kami berjanji, untuk menjaga persatuan, kesatuan memelihara persaudaraan, dan hubungan baik, serta tidak akan melakukan hal hal yang dapat menggaggu atau merusak persaudaraan, untuk saling menjaga keamanan, ketertiban bermasyarakat, untuk saling menghormati toleransi beragama.
  3. Kami berjanji akan saling membantu, dan menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan antar umat beragama, sehingga terwujud dan terjalinnya hidup rukun dan damai antara desa Kosio dan desa Doloduo.
  4. Kami akan selalu taat, kepada pancasila dan UUD serta hukum yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia.

Deklarasi Damai untuk seluruh Desa di Dumoga Raya :

  1. Menjaga wilayah Dumoga bersatu agar aman dan damai.
    2. Menjaga dan menghormati toleransi antar umat beragama.
    3. Tidak mudah terprofokasi dgn Isu – isu sara baik di media Sosial maupun informasi-informasi lain yang ingin memecah bela persatuan dan kesatuan di wilayah Dumoga Bersatu.
    4. Apabila terjadi permasalahan diselaikan secara Musyawarah utk mufakat.
    5. Mendukung setiap langka tegas Kepolisian dalam melaksanakan supremasi Hukum.

 

Penulis: Gito Simbala

Comment