by

Jelajah Indonesia, Ari Jhon Star Lagi dari Kotamobagu Pakai Vespa

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Ariyanto adalah anak vespa dari Sumatera Utara (Sumut). Dua tahun lebih meninggalkan kampung halaman mengendarai Vespa menjelajah lewat darat dan laut melintasi hampir separuh wilayah Indonesia.

Sekitar dua tahun berada di Kotamobagu dan terpisah dari rekan seperjalannya. Kurun waktu itu Jhon tinggal dan bekerja di bengkel di Kelurahan Mogolaing. Dan Sabtu malam ini ia akan mulai lagi dengan perjalanan balik ke kampung halaman.   

Awal perjalanan sekitar September 2020, saat itu pendemi Covid-19 masih melanda seantero dunia tak terkecuali di Indonesia. Dari kampung halamannya di Kelurahan Betin Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara, kedua pemuda ini berboncengan melakukan perjalan melewati arah timur Pulau Sumatera, hingga sampai di Bandar Lampung, kemudian menyeberangi lautan dengan kapal penyeberangan dari pelabuhan Bakauheni Lampung menuju pelabuhan Merak Provinsi Banten.

Kedua pemuda ini berada di Pulau lain. Mereka menyusuri tanah Jawa, dari Provinsi Banten ke Provinsi Jawa Barat, dan masuk Kota Bandung, kemudian melintasi pantai selatan hingga ke Jawa Timur dengan jarak perjalan sekitar  1.405 kilometer, dan sampailah keduanya di Kota Surabaya.

Ariyanto saat berada di depan Kantoe mediatotabuan.co, Jalan Cempaka Kelurahan Mogolaing, Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (21/05). (foto: Fahmi Gobel)

Dari Kota Pahlawan ini, kemudian mereka  menyeberang dengan kapal laut ke Lombok Nusa Tenggara Barat, berputar di beberapa daerah di NTB kemudian lanjut ke Bima Nusa Tenggara Timur.

Keduanya memilih naik kapal tol Laut menuju Pulau Sulawesi di pelabuhan Makassar. Dimulai lagi perjalan darat menyusuri pulau yang berbentuk huruf K tersebut. Kedua pria pengembara ini bergantian mengemudikan motor Vespa PX. Di Provinsi Sulawesi Selatan, mereka masih sempat ke Sidrap hingga Tanah Toraja, kemudian kearah Marisa Kabupaten Puhuwato Provinsi Gorontalo.

Dari Provinsi Gorobtalo, kemudian melalui pantai selatan masuk dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Provinsi Sulawesi Utara, hingga akhirnya sampai di Kota Kotamobagu.

Waktu ditempuh dari kampung halaman sampai di Kotamobagu sekitar hampir 3 (tiga) bulan. Namun, keduanya berpisah, Ariyanto memilih tinggal di Kotamobagu, sedangkan teman sekampungnya Budi dan motor vespanya itu kearah Manado.

Selama berada di Kotamobagu, Ariyanto berganti nama dengan panggilan Jhon. Maklum, kebiasaan anak-anak komunitas Vespa di Kotamobagu, sering menyamarkan nama lengkap menambah keakraban para penggemar vespa di daerah ini.

Kisah Jhon ternyata tidak luntang lantung di Kotamobagu. Ia hampir dua tahun tertahan dan tinggal sementara di salah satu Kota di Sulut ini. Komunitas Vespa Kotamobagu, memiliki rasa persaudaraan begitu tinggi. Siapapun anak Vespa yang datang dari daerah manapun pasti akan disambut baik.

Padahal Jhon datang dari daerah seberang wilayah Barat Indonesia dan kini di Kotamobagu (wilayah Timur Indonesia), meski demikian Jhon sudah dianggap sebagai saudara sendiri.

Jhon tinggal di rumah seorang pemilik bengkel yang akrab disapa Mamat alias Bat. Jhon kurun waktu hampir dua tahun tinggal dan bekerja di bengkel ini. Disinilah Jhon menabung sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan diri pulang kampung.

Jhon cukup dikenal kalangan anak Vespa di Kotamobagu, meskipun bahasa, nada bicara dan dialeg Medannya begitu kental, tapi Jhon mampu menjalin keakraban dengan sesama anak Vespa, hingga warga lain pelanggan bengkel Mamat.

Beberapa kosa kata bahasa daerah Kotamobagu sudah dihafalnya, dan tak sedikit jokes (kata lucu) bahasa Manado keluar dari bibirnya. Contoh; “Kalau tidak ada mobil, kita somo gas (maknanya: Ia akan jalan dengan motor),” kata Jhon. .

Sangking Ia dianggap sauadara, ada yang memberikan mesin vespa, ada memberikan body motor vespa, dan printilan-printilan motor vespa yang akhirnya dirakit oleh Jhon sendiri dan jadilah motor utuh yang akan ditungganginya pulang kampung.

“Ia, motor ini dikumpul dari abang-abang yang baik hati di sini (Kotamobagu), karena saya bisa merakitnya akhirnya jadilah motor ini, dan akan saya bawa pulang sebagai kenang-kenangan dari Kotamobagu,” kata Jhon, saat pamitan pulang di depan kantor mediatotabuan.co Kelurahan Mogolaing, Kotamobagu, Sabtu (21/05/2022).

Diceritakan Ariyanto, ia mendapat tumpangan mobil angkutan (truck) dari Kotamobagu ke Makasar. Sebenarnya ia ingin sekali mendarat dengan vespa rakitannya itu. Tapi pemilik bengkel (Mamat) tempat ia bekerja mencarikan mobil angkutan darat untuk mengurangi jarak perjalanan.

“Kata Om Bas (Mamat), saya dan motor vespa ini naik truck saja ke Makassar, nanti dari Makassar nyeberang ke Surabaya dan dari Jawa Timur pulang ke kampung, baru pakai motor lagi,” kata Ari.

Sebenarnya kata Ariyanto, ia masih ingin lagi ke Pulau Kalimantan dan memutari  743.330 km² luas wilayah pulau yang juga disebut Borneo ini. Juga Pulau dewata Bali belum ia datangi.

Jhon alias Ariyanto saat bersiap perjalanan kembali ke Sumatera Utara, dengan motor Vespa miliknya, Sabtu (21/05). (foto: Fahmi Gobel)

“Tapi mau pulang dulu ke kampung, orang tua sudah sering menelephon, mintanya aku pulang,” kata Jhon dengan dialeg Medan.

Disinggung apakah masih ingin melakukan perjalan dengan Vespa, menurutnya belum tau apakah berikut masih bisa atau tidak. Tapi dari perjalan ini Ia banyak menuai pengalaman, karena berada di tempat baru dengan orang-orang baru.

“Ternyata kalau kita baik dengan orang lain, pasti balasan juga ke kita itu baik, itu yang saya ambil hikmahnya,” kata Jhon.

Kemudian kata Jhon lagi, jangan pernah malu untuk melakukan apapun asalkan itu halal dan bukan mencuri barang milik orang lain. Dan modala itulah hingga saya bisa berada di Kotamobagu, padahal selama perjalanan ada saja kendala seperti motor rusak, tapi ada orang yang mau membantu.

Alhamdulillah selama di Kotamobagu banyak orang yang sayang, ada yang memberikan baju bahkan motor Vespa. Tempat tinggal gratis dan bisa bekerja lagi, dapat uang buat modal pulang. Soal jumlah itu rahasia perusahan,” kata Jhon, saat disinggung berapa jumlah uang yang ada untuk bekal jalan pulang ke kampung.

Perjalanan Jhon dan rekannya bisa dikatakan perjalan nekat. Karena hanya menggunakan Vespa butut dengan uang cash ditangan sebanyak Rp 500 Ribu. Untuk tambahan di perjalanan, keduanya membawa 1 (satu) unit mesin Vespa dan dijual saat di Jakarta.

“Mesin itu kami jual dan laku satu setengah juta rupiah, uangnya sebagai bekal di perjalanan. Dan selama perjalanan ada saja rejeki yang kami dapat,” kata Jhon.

Hari ini (Sabtu), Jhon pamitan untuk kembali melakukan perjalanan menyusuri lagi jalan yang Ia tempuh hingga sampai di Kotamobagu. Tapi kali ini Jhon jalan sendiri dengan motor Vespanya. Pasalnya, rekan seperjalanannya sudah jalan duluan dan kabarnya kini berada di Provinsi Gorontalo.

“Teman itu sudah jalan duluan, mungkin dia masih akan ke Ternate, Ambon dan Kalimantan. Kalau saya mau balik dulu ke kampung,” kata Jhon.

Katanya, Kotamobagu terlalu banyak kesan, Ia ingin pamit dan mohon maaf bila sudah merepotkan banyak orang terutama keluarga besar Mamat, serta bersyukur karena bertemu orang-orang baik. Dengan haru Jhon mengatakan ia tidak pernah kelaparan selama berada di Kotamobagu, serasa banyak keluarga di sini.

“Terutama Om Bas (Mamat) dan keluarganya sangat familiar dengan saya, saya dianggapnya sebagai saudara sendiri, dikasih pekerjaan, tempat nginap, dan tidak pernah kelaparan. InsyaAllah, kebaikan mereka dibalas oleh Allah,” kata Jhon saat pamitan.

Diketahui, Jhon akan berangkat malam nanti dengan mobil ekspedisi barang (mobil truck) . Motor Vespa rakitan jenis mesin super sprint dan dirinya akan menumpang dari Kotamobagu ke Makasar Sulsel. Jhon belum bisa memprediksi berapa lama perjalanan akan pulang kampung. Ia sendiri tidak tahu apa saja kendala dialami.

“Yang pasti minta doa’nya supaya di jalan bisa aman, karena saya mengendarai motor butut bukan Vespa baru,” kata Jhon sembari senyum.  

 

Penulis: Fahmi Gobel    

Comment