Feramitha Mokodompit Utarakan Gagasan di FGD Pemuda se Sulut

BOLMONG143 views

mediatotabuan.co, Bolmong –Ketua DPD KNPI Bolmong, Feramitha Tiffani Mokodompit SM MBA, jadi narasumber di FGD.

Kegiatan FGD ini digelar di JG Center Minahasa Utara (Minut), Jumat (28/10/2022).

Focus Grup Discussion (FGD) dilaksanakan oleh Pemuda GMIM dan KNPI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Baca Juga: Putri Pj Bupati Bolmong Resmi Mendaftar Calon Ketua KNPI

Tema kegiatan “Bersatu Bangun Bangsa: Mempererat Toleransi Dalam Bingkai Kebinekaan”.

Hadir juga GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Hindu, Pemuda Budha, GMKI, GAMKI, KNPI dan Pemuda GMIM serta lintas aktifis Sulawesi Utara.

Feramitha menyampaikan pandanganya tentang pemuda, toleransi, keberagaman dan gender di Sulut.

Disisi lain, momentum Hari Sumpah Pemuda ke-94 yakni bagaimana pemuda mengaktualisasikan dalam kehidupan sosial.

Mitha sapaan akrabnya memaparkan sejarah lahirnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928 hingga peran pemuda.

“Sumpah pemuda lahir jauh sebelum kemerdekaan. Saat itu pemuda bergerak dengan jiwa patriotisme,” kata Mitha.

“Pemuda harus kaya gagasan. Tingkat pengetahuan dan literasi perlu ditingkatkan,” sambung Mitha.

Menurutnya, dahulu banyak elemen pemuda dari berbagai suku, ras, agama dan budaya, dan pada 1928 telah bersatu.

Baca Juga: Dukungan ke Feramitha Tiffani Mokodompit Nahkodai KNPI Bolmong Terus Mengalir

Dengan begitu lahirlah kesepakatan pada kongres Batavia. ”Ini menandakan sebelumnya di negara kita ini sudah diberkahi dengan namanya toleransi,” katanya.

“Saya memaknai toleransi ini sebagai pilar pemersatu bangsa,” ungkap Mitha.

Ia mengatakan, anak muda saat ini sudah bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos).

Jangan malah medsos menimbulkan intoleransi atau ancaman-ancaman radikalisme karena kurangnya literasi anak muda sekarang.

“Saya kira FGD ini salah satu ide yang baik dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak muda kita terkait toleransi,” ujarnya.

Bicara soal gender di Indonesia, menurutnya sudah final, contohnya ada presiden perempuan yakni Megawati Soekarno Putri.

Begitupun anggota legislatif sudah banyak, hingga beberapa kepala daerah di Sulut adalah perempuan.

“Saya kira untuk ruang keterwakilan dari gender itu sangat terbuka,” tutup Mita.

Ia juga menanggapi sikap intoleransi, radikalisme, mengamalkan pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Menariknya, pemaparan Mitha mendapat perhatian dan apresiasi semua peserta yang hadir pada FGD tersebut.

Baca Juga: Limi Mokodompit Dilantik Sebagai Ketua Mabincab Gerakan Pramuka Bolmong

Diakhir kegiatan Mitha mendapat applause dari perserta.

Diketahui, perserta FGD adalah aktifis lintas organisasi kepemudaan dan keagamaan di Sulawesi Utara.

Pihak Pemprov hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut Steven Liow mewakili gubenur Sulut.

FGD ini dilakukan secara panel yang setiap pemateri diberikan kesempatan 7-10 menit untuk pemaparan.

Narasumber pertama dari GAMKI, kedua Pemuda Muhammadiyah, ketiga dari Pemuda Ansor.

Selanjutnya dari pemuda Hindu, pemuda Budha, Ketua KNPI Bolmong, Pemuda GMIM.***

 

Penulis: A. Hatta Mokoginta

Editor: Fahmi Gobel

Comment