Bolmong – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), menggelar Aplel Kendaraan Dinas (Kendis) di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Bolmong, Senin (14/04/2025).
Apel ini, dipimpin langsung Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta, serta didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Abdullah Mokoginta.

Dalam Apel ini, seluruh Kendis yang tercatat sebagai asset Pemkab Bolmong, dihadirkan secara fisik dan dicek satu persatu oleh Bupati dan Wakil Bupati Bolmong.
Bahkan, meski dibawa terik matahari dan sempat diguyur hujan, tidak mengurungkan niat Bupati dan Wakil Bupati Bolmong untuk mengecek langsung keondisi Kendis.
Menurut Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, Apel Kendaraan Dinas ini, untuk mengkonsolidasikan seluruh asset kedaraan dinas.

“Ini tentu bagian dari prosesmerapihkan tentang data asset kita, termasuk soal adanya pemeriksaan BPK,” kata Yusra.
Ia pun tidak membantah jika dalam Apel Kendaraan Dinas tersebut, terdapat kendaraan yang sudah tidak layak pakai.
“Dari fakta-fakta yang kita lihat, memang ada kendaraan yang masih layak, ada yang setegah layak, dan ada yang sudah tidak layak lagi,” akunya.

Untuk itu, kata Yusra, berdasarkan temuan dan fakta-fakta hasil pengecekan tadi, Pemkab Bolmong akan memaksimalkan pengecekan kendaraan dinas.
“Pengecakan ini masih akan terus dilanjutkan, karena baru sekitar 50 persen kendaraan dinas Pemkab Bolmong yang ada di Apel ini,” kata Ketua PW Ansor Sulut ini.
“Untuk itu, saya sudah minta kepada pak Sekda untuk segera menindaklanjuti hal tersebut agar semua kendaraan dinas baik masih bisa jalan maupun tidak bisa jalan untuk segera dimobilisasi kesini agar penataan asset jangka Panjang ini bisa lebih baik,” pintahnya.

Disisi lain, mantan Ketua Umum PMII Cabang Manado ini, menilai kerja bagian asset Pemkab Bolmong telah baik.
“Saya percaya bagian asset Pemkab Bolmong telah bekerja secara maksimal, dan kendaraan dinas ini rencanakan kita akan tahan beberapa hari kedepan setelah selesai pemeriksaan BPK,” tukasnya.***
Penulis: Gito Simbala






Comment