BITUNG – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus secara resmi membuka sekaligus memimpin pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) High Level Dedicated Team Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Provinsi Sulawesi Utara.
Rakor yang diselenggarakan di Ruang Rapat VIP Pemprov Sulut, Bandara Sam Ratulangi Manado pada Senin (19/5/2015) tersebut dihadiri oleh Walikota Bitung Hengky Honandar, SE bersama seluruh Bupati dan Walikota Se-Provinsi Sulawesi Utara.
Pertemuan penting dan strategis ini pertanda sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sinergitas antar daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Julius Selvanus, SE yang dalam kesempatan tersebut didampingi Wakil Gubernur, Victor Mailangkay dalam arahannya menyampaikan pentingnya kerjasama lintas wilayah dalam mempromosikan potensi unggulan daerah dan juga bagaimana membangun kepercayaan investor.
“Dengan hadirnya kepala daerah pada kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama untuk membangun Sulawesi Utara sebagai kawasan yang ramah investasi dan proaktif dalam menjaring peluang ekonomi global,” ungkap Gubernur Selvanus.
Sementara itu, Walikota Bitung, Hengky Honandar dengan penuh antusias menyambut positif pelaksanaan rakor RIRU tersebut. Kota Bitung sebagai kota industri dan kota pelabuhan, akan terbuka ruang kolaborasi dan strategis yang lebih konkrit, khususnya dalam mempromosikan potensi investasi Kota Bitung sebagai kawasan industri dan pelabuhan internasional.
“Dalam peta investasi Sulut, kota Bitung memiliki posisi yang strategis. Kami mendukung dan siap berkolaborasi agenda besar Provinsi untuk menarik minat lebih banyak investor untuk datang berinvestasi di Sulawesi Utara termasuk di Kota Bitung,” tutur Honandar yang pada pelaksanaan rakor ini turut didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Bitung, Sifrit Mandak dan Kepala DPMPTSP Kota Bitung, Pingkan Sondakh.
Sebagaimana diketahui, rakor RIRU ini dilaksanakan sebagai salah satu langkah awal untuk memperkuat jejaring antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya pada bidang investasi sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis investasi yang inklusif dan berkelanjutan.***
Penulis: Yodie Rosang






Comment