SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), bertemu Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Rabu (29/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, YSK mengatakan pemerintah akan mendengarkan semua masukan masyarakat termasuk Gereja.
Kedatangan gubernur di Kantor Keuskupan Manado itu, serasa mengenang kembali perjumpaan pertamanya dengan Uskup Rolly sebelum menjabat sebagai kepala daerah.
Ia juga mengatakan, kali kedua duduk di kursi bersama Uskup Rolly, saat baru mencalonkan diri sebagai peserta Pilkada Gubernur 2024 silam.
“Rasanya seperti pulang ke rumah, sudah dua kali saya duduk di sini,” ujar YSK menambah keceriahan pertemuan tersebut.
Kedatangan Gubernur Yulius, sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam menjaga sinergitas dengan pemuka agama.
Karena menurutnya, dalam penyelenggaraan pemerintahan harus juga mendengar semua masukan dari masyarakat, termasuk dari Gereja.
“Namun setiap langkah butuh proses dan perencanaan yang tertib. Tidak semua masalah bisa diselesaikan secepat membalik telapak tangan, tapi kami bekerja dengan komitmen dan hati,” tukasnya.
Demikian juga dengan Uskup Rolly Untu, selain mengapresiasi kunjungan Gubernur Sulut, menurutnya kedatangan YSK adalah bukti adanya perhatian pemerintah terhadap Gereja Katolik dan masyarakat luas.
“Ini menunjukkan perhatian dan kedekatan pemerintah dengan Gereja. Dukungan yang telah diberikan selama ini sangat berarti, terutama dalam kegiatan Gereja Katolik di wilayah Sulut,” ujar Uskup Rolly.

Ia mengatakan, Gereja harus berjalan berdampingan dengan pemerintah, dan sebaliknya tidak bole berjalan terpisah, karena sama-sama bekerja untuk kebaikan bersama.
“Wilayah Keuskupan Manado sangat luas, sehingga kami tentu membutuhkan dukungan pemerintah di berbagai bidang,” tambahnya.
Pertemuan berlangsung sekira dua jam. Keduanya larut dalam perbicangan dalam menjalin hubungan yang lebih harmonis.
Pun, pembahasan soal tantangan sosial, ekonomi, serta pelayanan kemasyarakatan di Sulawesi Utara. Tak luput juga peluang kerja sama antara Gereja dan pemerintah jadi topik pertemuan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Yulius menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Pesparani dan kegiatan Gereja lainnya.
“Selama tidak ada agenda mendesak yang bersamaan, saya pasti hadir,” tegas YSK.
Karena menurut YSK, pemerintah harus hadir dan membantu kegiatan yang membangun nilai-nilai persaudaraan dan memperkuat kebersamaan antarumat.
“Kami juga meminta dukungan umat Katolik dalam menyukseskan Perayaan Natal Nasional yang tahun ini akan digelar di Sulawesi Utara,” tutur Yulius Selvanus.
Ia juga mengimbau kepada umat Katolik dan seluruh lapisan masyarakat Suulut, agar menjaga persatuan dalam menyingsong Natal tahun ini.
“Mari bersama-sama menjadikan Natal Nasional nanti sebagai momentum memperkuat persatuan dan meneguhkan semangat toleransi di Bumi Nyiur Melambai,” imbuh gubernur.***






Comment