Ranperda APBD 2026 Diketuk, Pemprov Sulut Optimis Pertumbuhan Ekonomi Bisa Sentuh 6 Persen

SULUT – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulawesi Utara (Sulut) diparipurna DPRD Sulut, Selasa (26/11/2025).

Sebelumnya ada pembahasan antara TAPD Pemprov dan DPRD Sulut. Tim anggaran Pemprov Tahlis Galang, menjelaskan soal optimisme peningkatan ekonomi 2026.

Menurut Tahlis, Pemerintah Provinsi Sulut optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi daerah dapat mencapai 6 persen pada 2026.

“Keyakinan ini muncul setelah melihat performa ekonomi Sulut hingga triwulan III tahun 2025 yang menunjukkan tren positif,” ungkap Tahlis.

Dalam rapat pembahasan Ranperda APBD 2026, Sekretaris Provinsi Sulut, Tahlis Gallang, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulut saat ini berada di angka 5,24 persen.

Menurutnya, capaian tersebut sudah sangat dekat dengan target 6 persen sehingga memberikan ruang optimisme.

Tahlis menjelaskan salah satu faktor yang paling mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulut adalah investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Evaluasi sementara menunjukkan bahwa realisasi investasi Sulut telah mencapai 89 persen dari target Rp9 triliun,” ungkapnya.

Dari target tersebut, Sulut berhasil membukukan investasi sepanjang tahun ini. Ini sebagai sinyal kuat bahwa kepercayaan investor terhadap Sulut semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Sekprov juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah provinsi sudah menerima gambaran awal dari beberapa kementerian mengenai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di Sulut.

“Karena upaya Bapak Gubernur Yulius Selvanus, mendatangkan program kementerian dan peluang investasi akan memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Sehingga kata Tahlis, capaian indikator ekonomi yang terus membaik, target pertumbuhan 6 persen bukanlah hal yang tak mungkin.

Menurutnya, Pempro menilai meskipun terdapat pengurangan pada struktur APBD tahun depan, tapi ada nilai manfaat dari program yang masuk tetap besar.

“Sehingga sinergi antara APBD, investasi, dan program kementerian diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ungkapnya lagi.

Tahlis menekankan bukan hanya besar kecilnya struktur anggaran, tetapi bagaimana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan mampu mendorong aktivitas ekonomi. Dari sisi ini, Sulut dinilai berada pada jalur yang tepat.

Dengan berbagai proyek strategis yang akan berjalan, Sulut diproyeksikan menjadi salah satu daerah dengan performa ekonomi terbaik di kawasan timur Indonesia.***

Comment