DPRD Bolmong Bahas Revisi RPJMD Tahun 2017-2022

Mediatotabuan.co, Bolmong – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bappemperda), Senin (31/8), menggelar Rapat Dengar Pandapat (RDP).

Suasana RDP. (Foto: Istimewa)

Agenda dalam rangka Pembahasan Lanjutan Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2017, tentang RPJMD 2017-2022 ini, berdasarkan hasil berita acara konsultasi dengan Bappeda Provinsi Sulut.

RDP ini dipimpin Ketua Bappemperda, Masud Lauma didampingi anggotanya, serta dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Bolmong, dan masing-masing diberikan kesempatan menyampaikan isu strategis, terkait penjabaran Visi dan Misi Bupati Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, dan Wakilnya Yanni Ronny Tuuk STh MM.

Ketua Bappemperda, Masud Lauma mengatakan, RDP ini dilaksanakan untuk memberikan masukan saran termasuk kritik yang membangun, dalam mengimplementasikan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati.

DPRD saat meminta penjabaran revisi RPJMD. (Foto: Istimewa)

“Rapat ini penting untuk melihat sejauh mana OPD menjabarkan serta pencapaian Visi dan Misi selama tiga tahun terakhir ini,” kata politisi PDIP Bolmong ini.

Supandri Damogalad dari Fraksi PKB menambahkan, pada agenda tersebut, dirinya memberikan masukan terutama pembentukan SDM yang handal di daerah.

“Termasuk dalam menghadapi gagasan Bupati terkait pembangunan Kawasan Industri Bolmong (Kimong), selain itu, juga ada program bantuan Beasiswa S1, S2, bahkan hingga S3, kepada putra-putri Bolmong di daerah luar dapat di masukan dalam dokumen perencanaan, sebab saya melihat dalam draf perbaikan RPJMD 2017-2022 tidak disebutkan,” ujarnya.

Sejumlah pimpinan OPD di jajaran Pemkab Bolmong, saat menghadiri RDP revisi RPJMD 2017-2022. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, anggota Bappemperda Masri Daeng Masenge dan I Wayan Gede, ikut menyampaikan saran yakni agar adanya pembangunan pelabuhan untuk para nelayan di bagian Pantai Utara (Pantura).

“Jika Kimong nanti sudah mulai berjalan, maka pelabuhan Labuan Uki akan semakin banyak kapal-kapal besar yang akan berlabuh dan ini dengan sendirinya kapal ikan lokal kita akan tersingkir,” tandasnya.

(Adve/Yudi)

Comment