mediatotabuan.co, Kotamobagu – Koordinator Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Bolaang Mongondow Raya (Amabom) Zainul Jemy Lantong, menegaskan mengubah perilaku untuk kebaikan tidak melanggar adat.
Menurut Jemmy, selama perubahan perilaku itu untuk kebaikan bersama, maka tak ada alasan bila kita menolak anjuran pemerintah dalam memerangi penyebaran virus covid-19.
“Perubahan perilaku ini hanya karena ada pandemi, dan menurut saya itu hal wajar bahkan sangat baik demi kesehatan umat manusia,” kata Jemmy, Selasa (20/10).
Saat ditemui di Kampus IAI Kotamobagu, Jemy mengatakan Bolaang Mongondow Raya (BMR) merupakan satu kesatuan masyarakat adat yang patuh terhadap pemerintah.
“Sebagai masyarakat adat, kita wajib mendukung bahkan punya kewajiban bersama dalam sosisalisasikan hal ini,” kata Jemy.
Baca Juga : Yati Ruchban Guru MTs N 3 Biniha Biasakan Pakai Masker dan Bawa Hand Sanitizer
Dikatakannya, pendemi covid-19 sudah mengancam kesehatan masyarakat, upaya pemerintah agar masyarakat mematuhi prokes bila tidak didukung seluruh stakeholder maka tak akan maksimal, dan akbiatnya bisa mengancam nyawa siapapun.
“Jadi mari patuhi prokes ini, karena menurut saya ini juga sangat sederhana, disisi lain momentum ini menjadi budaya baru bagi masyarakat agar mengubah perilaku hidup sehat,” kata Jemy.
Dijelaskan, menjaga kesehatan merupakan bagian dari perjuangan Amabom. Diapun mengimbau kepada seluruh pengurus Amabom, baik masyarakat ada Bolsel, Boltim, Bolmut, Bolmong dan Kotamobagu, agar mengkampanyekan soal prokes.
“Sederhana, hanya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak. Tapi bila ini tak diindahkan maka ancaman penyebaran pandemi covid-19 juga sangat berbahaya,” imbuhnya.
(fahmi gobel)






Comment