mediatotabuan.co, Kotamobagu — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kotamobagu, menggilir masuk kelas seminggu satu kali setiap kelas. Menariknya, salah seorang siswa Faqih Ghazali disiapkan ibunya membawa hand zanitiser.
Saat ditemui, Faqih mengatakan selain memakai masker ke sekolah, di dalam tas sekolahnya juga telah disiapkan hand zanitiser.
“Ibu selalu manaruh hand zanitiser di dalam tas, dan berpesan sering gunakan bila tidak mencuci tangan dengan air pakai sabun,” kata siswa kelas II Alkhairat ini.
Baca Juga : Penegakan Disiplin Protkes Covid-19 ke Masyarakat, Kapolsek Passi Periksa Kendaraan Patroli
Dia mengatakan terkadang satu minggu satu kali dia masuk sekolah, tapi dihari-hari lain belajar dari rumah (BDR).
“Kalau ada pemberitahuan lewat hand phone, kami masuk kelas, tapi setiap hari di luar hari minggu atau tanggal merah belajar di rumah” kata Faqih.
Devita Djunaidi tak lain orang tua Faqih saat ditemui membenarkan hal tersebut, menurutnya anak-anak terkadang lupa harus mencucui tangan, sehingga dia manaruh hand zanitiser dalam tas sekolah.
“Namanya juga anak-anak pasti mereka lupa mencucui tangan,” katanya.
Menurutnya, pendemi masih ada dan sebagai orang tua tentu khawatir bila anaknya sedang di luar rumah. Tapi karena ada pembatasan jumlah siswa masuk kelas, maka diapun mengantarkan anaknya ke sekolah.
“Setiap kelas hanya ada 15 (lima belas) siswa jadi di dalam ruangan anak-anak duduknya renggang,” kata Devita.
Dia juga mengatakan, anggota keluarganya sudah menerapkan protokol kesehatan 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) sejak ada protokol kesehatan dimasa pendemi covid-19.
“Sejak covid-19 ada, kami sudah menerapkan protokol kesehatan,” aku seorang dosen ini.
(fahmi gobel)






Comment