mediatotabuan.co, Bolmong — Sangadi (kepala desa) Bulud Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Nurhadin Mokodongan, sangat konsisten memakai masker, meski hanya pergi ke warung yang tak jauh dari rumahnya.
Diceritkan salah satu keponakan Nurhadin, bahwa sejak pandemi Covid-19 dan ada protokol kesehatan, bole dikata dia adalah sangadi yang sangat konsisten menerapkannya.
“Meskipun hanya keluar rumah sebentar pasti dia akan memakai masker. Dan imbauan kepada masyarakat selalu dilakukan,” kata Ali Mokodongan, ponakan sangadi ini, Kamis (5/11).
Nurhadin saat diwawancarai membenarkan hal tersebut. Dikatakan dia menyadari bila protokol kesehatan sangat penting apalagi dimasa ini. Bila akan keluar rumah, masker menjadi paling utama yang akan disiapkan.
Baca Juga : Keluarga Ini Selalu Siap Stok Masker dan Hand Sanitizer
“Jadi tamupun dari luar yang akan datang kalau tidak memakai masker, saya akan menjaga jarak sekitar satu meter lebih, karena begitu anjuran pemerintah. Saya takut terserang virus ini (Covid-19),” kata Nurhadin, Kamis (5/11).
Sebagai kepala desa, diapun secara ketat memberlakukan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun). Apalagi kalau mengumpulkan orang, semisal membagikan bantuan.
“Misalnya pembagian bantuan pemerintah kepada penerima, maka siapapun penerima itu bila tidak patuhi protokol kesehatan, saya minta pulang dan datang lengkap dengan masker untuk menerima,” ungkapnya.
Waktu dekat ini kata Nurhadin, pihaknya akan meneruskan penyerahan bantuan Bansos Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) untuk 40 kepala keluarga (KK) di desanya itu. Masing-masing akan menerima beras 10 kilogram, dan wajib ikuti protokol kesehatan.
“Juga bantuan sosial tunai kepada 39 kepala keluarga dengan rincian tiap KK menerima 18 kilogram beras, paket ikan kaleng, minyak gorang, gula pasir dan bahan lainnya,” kata Nurhadin, sembari menambahkan penerima wajib memakai masker, dan tempat duduk diatur renggang.
Camat Passi Barat, Marif Mokodompit, membenarkan bila pihaknya sudah mengantarkan bantuan ke Desa Bulud, agar penyerahan kepada penerima langsung dilakukan.
“Karena bantuannya sudah ada dari pemerintah kabupaten, maka secepatnya disalurkan kepada penerima,” kata Marif, sembari mengimbau apapun kegiatan saat ini wajib untuk patuhi protokol kesehatan.
(fahmi gobel)






Comment