mediatotabuan.co, Kotamobagu — Rahmat Damopolii (24) adalah staf di salah satu Perguruan Tinggi Islam Swastas (PTIS) di Kotamobagu, yang sudah mengubah perilaku taat dengan protokol kesehatan 3 M.
Ramat sehari-hari melaksanakan tugas sebagai operator di PTIS. Meski tak wajib masuk kantor setiap hari, tapi dia menuntaskan tugasnya di rumah. Apalagi, Rahmat adalah operator data mahasiswa di perguruan tinggi itu.
Saat ditemui, Rahmat mengatakan khawatir bila berada di luar rumah, dan selama Pandemi Covid-19 ini lebih banyak tugas diselesaikan dari rumah.
“Bila ada yang harus koordinasi bisa via telephon selular. Tapi kalau ada yang harus dilaksanakan di kantor terpaksa masuk kerja,” kata Rahmat, Rabu (30/12).
Tapi, saat kerja di kantor, dia akan mematuhi protokol kesehatan 3 M yakni memakai masker, duduk berjarak dengan staf lain dan sering mencuci tangan.
“Disamping itu imbauan pemerintah, juga untuk menjaga kesehatan diri sendiri,” kata Rahmat warga RT 7, RW 02, Kelurahan Kotobangon, Kota Kotamobagu ini.
Untung saja kata Rahmat di ruang kerjanya hanya ada tiga orang, sehingga meja dan kursi sudah diatur berjarak, agar tak bersentuhan langsung dengan karyawan lain.
“Meskipun di ruangan tetap memakai masker, karena itu alat pelindung diri agar kita tidak gampang menghirup udara yang mungkin saja membawa virus,” kata Rahmat lagi.
Anak bungsu dari lima bersaudara ini mengatakan, Dia sendiri sudah membiasakan mengubah perilaku hidup sehat di masa Pandemi Covid-19, alasannya Ia tak bisa mendeteksi apakah di mana saja ada virus, jadi ikuti saja 3 M.
“Jadi harus mawas diri dengan memperhatikan 3 M agar jauh dari ancaman Covid-19,” kata lulusan SMK 23 Maret Kotamobagu ini.
Dikatakan, menjalankan pola hidup sesuai protokol kesehatan justru menguntungkan diri sendiri dan orang lain, juga sudah turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kita harus menjaga agar tetap sehat, termasuk menjaga lingkungan keluarga kita,” aku Rahmat.
(fahmi gobel)






Comment