mediatotabuan.co, Bolsel – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melaksanakan rapat, sekaligus sosialisasi Sustainabel Develoment Goals (SDGs), Selasa (26/01).
Rapat tersebut diikuti Kepala Desa (Sangadi), Ketua BPD, dan operator se-Bolsel, serta dihadiri Tenaga Ahli (TA) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), di ruang rapat kantor DPMD Bolsel.
Menurut Kepala DPMD Bolsel, Ekavrie Van Gobel, pembangunan di desa harus mengarah pada SDGs yaitu kelembagaan desa dinamis dan budaya desa, ada kelembagaan desa dinamis budaya desa adaptif ini.
Ekavrie mengatakan, munculnya SDGs 18 ini, didasari pemikiran dan upaya untuk menghargai bangsa Indonesia yang beragam agama, budaya, bahasa dan adat istiadat.
“Dengan adanya SDGs 18 ini, generasi mendatang akan menjadi bagian dari pemanfaatan pembangunan,” kata Ekavrie.
Ia menambahkan, SDGs 18 juga bentuk upaya untuk menampung kearifan lokal, sehingga masyarakat dan kelembagaan di desa yang produktif dapat bertahan bahkan berkembang.
Sementara itu, Korkab TA P3MD, Lucky Makalalag meyakini, pembangunan di desa yang dituangkan dalam SDGs Desa, dapat berkontribusi 75 persen terhadap pencapaian tujuan nasional berkelanjutan.
“91 persen wilayah Indonesia ini adalah desa dan 11 pembangunan nasional berkelanjutan berkaitan erat dengan kewilayahan desa, sehingga saya yakin 75 persen pembangunan di desa tertuang dalan SDGs bisa berkontribusi untuk desa,” ujar Lucky
Lucky berharap semua desa di Bolsel bisa dapat bekerja kooperatif dalam menjalankan tugas ini.
Ditempat yang sama, Sangadi Dudepo Barat, Sutoyo Djahila, yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, akan segera melakukan rapat internal Pemerintah Desa (Pemdes) dan BPD di desanya.
“Setelah ini saya akan membuat rapat internal Pemdes bersama BPD untuk membahas hasil rapat barusan,” imbuhnya
Peliput: Ical Pulumoduyo
Redaktur: Gito Simbala






Comment