DPRD Sulut ke Kota Kotamobagu

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Fransiskus Andi Silangen beserta rombongan ke Kota Kotamobagu, disambut Wali Kota Ir Hj Tatong Bara, Kamis (4/2).

Penyambutan Ketua DPRD Sulut dan rombongan Komisi I ini, dilaksanakan di aula rumah jabatan.

Informasi yang berhasil dirangkum mediatotabuan.co, kedatangan para wakil rakyat Sulut ini, untuk studi lapangan terkait penyaluran dan pengelolaan Dana Desa (Dandes) di Kota Kotamobagu.

Pasalnya, Kota Kotamobagu telah meraih penghargaan Terbaik I (pertama) dalam rangka pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa (Dandes) tahun 2020, dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kotamobagu, serta peringkat 2 secara nasional untuk pelaporan penyerapan dana desa tahun anggaran 2020.

“Berbagai program dari dana desa dilaksanakan sepanjang tahun 2020, bisa dikerjakan dengan baik, dimana secara umum sangat membantu masyarakat desa di Kotamobagu,” kata Wali Kota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Drs Hi Teddy Makalalag.

Lanjutnya, dana desa sangat membantu dalam membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat desa.

Selain itu, dana desa juga dapat menunjang perekonomian di desa, serta membantu kebutuhan masyarakat terutama di masa pandemic covid-19.

“Termasuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja melalui pola padat karya desa,” tuturnya.

Asisten I juga pada kesempatan itu, memaparkan sejumlah keberhasilan penyaluran dan pengelolaan dana desa di tahun 2020.

“Kami sangat berharap, agar kiranya selain untuk meninjau realisasi penyaluran dana desa, agar kiranya kunjungan kerja ini bisa menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kotamobagu, berkaitan dengan upaya kita semua untuk memajukan daerah serta mensejahterakan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut, Andi Silangen mengatakan, dana desa yang telah dikucurkan selama ini, bisa menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Sebab menurutnya, melihat dana yang disiapkan belum bisa menggerakkan ekonomi rakyat secara maksimal.

“Sehingga ini jadi tugas dari dinas terkait untuk membimbing semua kepala desa, agar segala sesuatu yang dianggarkan ini bisa bermanfaat,” kata Silangen.

Pada kesempatan itu, Andi Silangen berharap agar agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) disetiap desa harus lebih dimaksimalkan, dalam mendorong ekonomi masyarakat secara nyata dan terasa.

(*)

Comment