mediatotabuan.co, Bolsel – Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terjun langsung ke lapangan melakukan pendataan warga yang buta aksara.
Titik awal pendataan di mulai dari Kecamatan Pinolosian Timur, 23 sampai 26 Maret 2021.
Kepala SPNF SKB Bolsel, Moh Nasir Hondango mangatakan, tim akan mempercepat pendataan untuk diolah. Setelah itu dilakukan pemetaan dan pembagian kelompok belajar sesuai usia, tempat tinggal dan profesi
“Saat ini kami sementara melakukan pendataan di seluruh desa se Kecamatan Pinolosian Timur, yang dijadikan pilot project atau percontohan untuk penuntasan buta aksara,” ujar Moh Nasir Hondango, Senin (29/3).
Baca Juga: Program BerKah, 7 500 Petani dan Nelayan Bolsel Dapat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan
Nasir Hondango menjelaskan, upaya untuk penuntasan buta aksara yakni dengan program keakasaran dasar dan keaksaraan usaha mandiri (KUM) atau multi aksara.
“keaksaraan dasar yaitu pembelajaran calistung (membaca, menulis dan berhitung) selama 3 bulan sampai bisa. Sedangkan keaksaraan usaha mandiri (KUM), yaitu pembelajaran keterampilan usaha untuk bisa meningkatkan produktifitas warga belajar yang telah mencapai kompetensi keaksaraan dasar,” imbuhnya.
Reporter: Ical Pulumoduyo
Redaktur: Fahmi






Comment