Inilah Jokes Lelucon Bermakna Dihari Sakral Pelantikan PW Ansor Sulut

“Saya banyak berdiskusi dengan Sekjen PDIP Bang Hasto kalau mengalami kesulitan terhadap sesuatu, saya telephon Bang Hasto, supaya perspektif keislaman yang saya miliki ini bersatu dengan perspektif nasionalisme PDIP,” katanya.

“Kalau di level atas sudah seperti itu tinggal diturunkan di Sulut,” kata Gus Manag, seakan memberi kode kepada OD, kedekatannya dengan PDIP dan disambut tawa yang hadir.

Yaqut juga sempat memperkenalkan Lukman Hakim Ketua PP Ansor sekaligus Ketua DPW PKB Sulut, sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, menggantikannya melalui PAW, setelah ia diangkat Jokowi menjadi Menag.

“Nah sekarang digantikan sahabat Lukman dan Insyaallah nanti sahabat Lukman menjadi menteri agama setelah saya,” kata Gus Menag. 

Ia menyebut selalu merindukan Sulut, alasannya karena Sulut cuilan Indonesia, kalau Indonesia cuilan surga. Kalau mau melihat Indonesia datanglah di Sulut.

“Saya sudah berkali-kali datang ke Sulut, bukan hanya tujuh kali seperti dikatakan Yusra, mungkin Yusra menghitung sejak dia (Yusra) jadi Ketua PW Ansor,” kata Yaqut.

Toleransi sangat berkembang dengan baik di Sulut, saling menghormati antara pemeluk agama. Indonesia yang ia imajinasikan Indonesia yang penuh ketenangan kedamaian, Indonesia yang tidak ada permusuhan sesama warganya, maka ada di Sulut.

“Istimewa di Sulut bukan 3B, tapi istimewanya karena Indonesia harusnya seperti Sulut. Terakhir bulan Juli saya datang dan bermain jetski dengan Bang Olly, pengalaman luar biasa meski sudah beberapa kali naik Jetski, tapi tidak pernah sejauh itu dan melalui laut sedalam itu,” kata Gus Menag.

“Bisa dibayangkan kalau jatuh pada waktu itu, tidak bisa menjadi menteri agama saya, karena saya tidak bisa berenang,” tambahnya lagi, dan diikuti gelak tawa hadirin.

Dia bersyukur, karena selalu ada hikmah disetiap peristiwa, sebab sepulang dari Manado waktu itu, tidak berapa lama Jokowi memerintahkannya untuk menjadi menteri agama.

“Itu hanya beberapa kali saja datang ke Sulut, saya diangkat jadi menteri. saya membayangkan Pak Olly sudah bertahun-tahun mengabdi di Sulut, jadi kalau sudah selesai di Sulut, beliau pasti akan lebih tinggi lagi posisinya,” kata Gus Yaqut.

“Mudah-mudahan dengan doa kami semua disini, Bang Olly bantuan kepada Ansor ditambah,” tambahnya, disini ruangan ribut dengan tawa diikuti tepukan tangan peserta.

Karena Ansor ini tidak memiliki anggaran sendiri sebagaimana pemerintah, setiap aktivitas harus dengan kreativitas. Kebetulan Ketua PW Sulut anggota DPRD. Anggota DPR RI yang kebetulan Ketua PKB Sulut, adalah pengurus Ansor.

“Jadi tulang punggungnya mereka berdua ini,” kata Gus Yaqut.

Dia menjelaskan, aktivitas GP Ansor tak pernah lepas dari dua hal, pertama adalah menjaga NKRI, ini menjadi penting karena doktrin yang diberikan kepada Ansor bahwa NKRI ini adalah warisan.

Comment