Kalau ada posisi atau jabatan tertentu yang diamanahkan kepada kader Ansor atau Banser itu sudah sewajarnya.
“Mohon maaf Pak Gub, kalau PDIP punya wakil di DPR RI ada 3 dari Sulut, agar seimbang antara agama dan nasionalisme seperti Pancasila, PKB dikasilah satu. Nanti bupati-bupati wali kota PDIP semua nggak apa, wakilnya PKB semua nggak apa-apa,” kata Yaqut dengan guyonan khasnya.
“Ini becanda pak, tapi kalau dianggap serius Alhamdullillah, intinya komitmen kita adalah komitmen kebangsaan, politik itu bonus,” kata mantan Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010 ini.
Tidak boleh kader Ansor Banser setelah cinta kepada NKRI dan Kyai jauh-jauh dari pemerintah. Kita harus taati pemerintah, apalagi pemerintah yang jelas-jelas memberikan manfaat untuk masyarakat.
“Misalnya Pak Olly, merubah Sulut dari waktu ke waktu, harus didukung tanpa melihat latar belakang agamanya, latar belakang partai politik. Selama memberikan manfaat, apapun agamanya harus didorong, harus dibantu harus bekerja sama. Tidak ada kamus kader Ansor dan Banser menolak pemimpin karena agamanya. Kalau pemimpin Muslim tidak ada manfaatnya tinggalkan saja,” kata mantan Anggota DPRD Kabupaten Rembang periode 2004–2005 ini.
Diakhir sambutan Gus Yaqut menegaskan tidak boleh mewariskan negara yang rusak kepada anak cucu, makanya Ansor dan Banser harus menjaga keutuhan NKRI.
“Apapun taruhannya,” tegas Gus Yaqut.
Usai acara pelantikan pengurus PW GP Ansor Sulut, Gue Menag dan Olly Dondokambey melanjutkan acara pembagian simbolik5 juta masker dari Aice Group, di ruang lain dalam hotel yang sama.
Turut hadir pada acara tersebut, Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw, Ketua KNPI Sulut Rio Dondokambey, serta beberapa pengurus OKP Sulut.
Penulis: Fahmi






Comment