mediatotabuan.co, Jakarta – Bagi warga Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan sekitarnya, yang ingin belajar intelijen, saat ini Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) telah membuka pendaftaran taruna baru.
Waktu pendaftaran secara online dibuka sejak 9 sampai dengan 30 April 2021.
Ini berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) RI Nomor: B/302/M.SM.01.00/2021.
STIN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara, dan untuk tahun ini, STIN membuka kuota pendaftaran sebanyak 250 formasi.
Selama kuliah tidak dipungut biaya apa pun, tinggal di asrama, mendapat konsumsi, dan seragam.
Setelah lulus kuliah diangkat menjadi CPNS, fasilitas pendidikan lengkap dan modern.
Berkesempatan berlatih bersama menjadi Indonesian Cyber Task Force dan ahli dalam bidang Biomedical Hazard, serta STIN telah Terakreditrasi BAN-PT.
Apa saja persyaratan yang diperlukan untuk mendaftar STIN dan bagaimana cara pendaftarannya?
1. WNI.
2. Tidak pernah terlibat tindak pidana.
3. Berkelakuan baik dibuktikan dengan SKCK.
4. Berpendidikan minimal SMA/SMK/MA (bukan lulusan paket C) dengan ketentuan: Lulusan SMA/SMK/MA tahun 2019 dan 2020 dengan nilai rata-rata ijazah minimal 80. Bagi lulusan SMA/SMK/MA tahun 2021 nilai rata-rata rapor semester 1 sampai dengan 5 minimal 75.
5. Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
6. Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum pernah punya anak biologis (laki-laki).
7. Tidak bertato dan atau memiliki bekas tato.
8. Tidak bertindik dan atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (perempuan).
9. Tidak bertindik dan atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh manapun (laki-laki).
10. Sehat jasmani, rohani dan tidak pernah mengalami patah tulang.
11. Apabila berkacamata maksimal ukuran 1 plus atau minus.
12. Tidak buta warna.
13. Tinggi badan minimal untuk putra 165 cm dan putri 160 cm.
14. Usia pada tanggal 31 Desember 2021 serendah-rendahnya 16 tahun dan tidak lebih dari 21 tahun.
15. Mendapatkan persetujuan orang tua dibuktikan dengan surat pernyataan orangtua atau wali.
16. Peserta seleksi penerimaan taruna atau taruni tidak dipungut biaya kecuali biaya mengikuti SKD.
Cara pendaftaran STIN:
Untuk melakukan pendaftaran ke STIN, maka alur pendaftarannya adalah sebagaai berikut:
Pelamar mengakses portal SSCASN di alamat https://sscasn.bkn.go.id
Membuat akun SSCN Sekolah Kedinasan dengan NIK yang tervalidasi kemudian cetak kartu Informasi akun. Login ke SSCN Sekolah kedinasan memakai NIK dan password yang didaftarkan.
Upload swafoto, pilih sekolah kedinasan. Lengkapi nilai, upload berkas dan lengkapi biodata.
Pelamar mengecek resume dan cetak kartu pendaftaran.
Verifikator instansi melakukan verifikasi data atau berkas yang masuk.
Pelamar Login ke SSCN untuk cek status kelulusan verifikasi administrasi.
Apabila lulus verifikasi akan mendapat kode biling pembayaran. Cek informasi pembayaran di sekolah kedinasan.
Mencetak kartu ujian di SSCN setelah pembayaran diterima dan dikonfirmasi sistem.
Mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan instansi.
Informasi status kelulusan pelamar akan diumumkan panitia seleksi sekolah kedinasan instansi di SSCN.
Dokumen
Adapun dokumen selama proses seleksi yang dibutuhkan adalah:
Surat izin orang tua.
Ijazah atau SKL.
Foto seluruh badan ukuran postcard.
Kartu keluarga
Selama proses seleksi tidak ada biaya seleksi kecuali tes SKD sebesar Rp 50.000.
Informasi lebih lengkapnya hubungi E-mail: Info.ptb@stin.ac.id
Tim Mt.co






Comment