Sering Layani Pelanggan Karyawan Toko Ini Divaksin Tahap II

mediatotabuan.co, KotamobaguKetakutan akan bahaya pandemi Covid-19 masih melanda masyarakat. Apalagi bagi mereka yang banyak kali bertemu dengan orang tak dikenal, salah satunya karyawan toko.

Adalah Ukri Mokoagow, warga Desa Nonapan II Kecamatan Poigar Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Salah satu karyawan toko ternama di Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini, telah mengikuti program vaksinasi nasional.

“Saya sudah dua kali divaksin, hari ini yang kedua,” kata Ukri, Selasa (18/05).

Pekerjaan sehari-harinya yang menuntut agar sebaiknya divaksin Covid-19. Karena setiap hari Ukri harus melayani pelanggan toko yang belum ia kenal. Apalagi, dia ditugaskan dibagian elektronik.

“Kalu dibagian elektronik otomatis pelanggan akan pegang-pegang barang, sementara kita tidak mengetahui riwayat kesehatan seseorang, jadi sebaiknya divaksin Covid-19,” kata Ukri lagi.

Selama pandemi Covid-19, Ia harus ekstra hati-hati, tiap hari harus mengganti masker setiap empat jam sekali. Untuk di depan toko telah disiapkan sarana cuci tangan.

“Jadi setiap saat harus cuci tangan dengan sabun, karena kami harus menyentuh barang-barang yang mungkin sudah disentuh pelanggan. Bukan apa-apa, tapi untuk jaga-jaga sesuai anjuran pemerintah,” kata Ukri.

Di tempat Ia bekerja kata Ukri, setiap saat ada operator yang selalu mengumumkan dipengeras suara agar pelanggan toko harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sebab itu syarat dari pemerintah untuk toko-toko yang beroperasi selama pandemi ini.

“Anjuran kepada pelanggan dan tentunya bagi kami sebagai karyawan,” kata ayah satu anak ini.

Dikatakan, meskipun sudah divaksin tahap II, namun menurut anjuran pemerintah harus mematuhi protokol kesehatan dengan mengutamakan 3 M (memakai masker, mencucui tangan dengan sabun dan menjaga jarak).

“3 M belum bisa ditinggalkan selama masih ada Covid-19, agar kita sebagai karyawan sehat dan bisa bekerja agar tidak menggangu siklus ekonomi perusahan dimana kita bekerja,” kata Ukri.

Diapun menyadari, bila banyak karyawan yang akan terpapar Covid-19, maka bisa dipastikan toko tempat ia bekerja akan ditutup pemerintah.

“Kalau demikian, maka kami karyawan yang kena dampak, jadi sebelum itu terjadi maka protokol kesehatan harus diikuti dengan benar,” kata Ukri.

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment