“Darurat korupsi dimana yang diincar merupakan lokasi-lokasi yang berpotensi untuk perpindahan uang dan darurat narkoba yang bisa mengincar siapa saja,” ungkap AKBP Yuli Setiawan Dwi Purnomo SH.
Memperingati HANI 2021, Yuli Setiawan Dwi Purnomo menjelaskan secara rinci mengenai permasalahan Narkoba. Konsumsi narkoba bisa menyebabkan beberapa efek, diantaranya efek sebagai stimulan, memunculkan efek euphoria (perasaan gembira) dan sebagai efek depresan (obat penenang).
“Tingkat penggunaan narkotika di Bolaang Mongondow Raya merupakan nomor dua setelah Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara,” ungkapnya lagi.
Dijelaskan, harga Narkotika minimal Rp 1,5 juta membuat bisnis ini sangat menarik di Indonesia. Dalam satu tahun angka narkotika yang masuk ke Indonesia sekitar 250 ton sedangkan yang ditemukan hanya sekitar 20-30 ton.
“Ini membuat narkotika sangat membahayakan Indonesia. Jenis narkotika baru yang muncul akhir-akhir ini sebanyak 1054 macam, sedangkan tercatat di Kemenkes baru sekitar 74 macam,” beber Yuli Setiawan.
Selanjutnya, staf BNNK Bolmong Resky Amelia, menjelaskan peranan BNN dalam pemutusan dan pencegahan supply dan demand Narkotika di Lingkungan. Penegasan terkait fungsi dan tugas BNN dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika di sekitar.
“BNN juga menganjurkan program rehabilitasi terhadap orang-orang yang menggunakan obat-obatan dengan tingkat yang rendah, seperti penggunakan lem dan obat batuk,” jelasnya.
Pemutusan serta pembrantasan narkotika terkait supply dan demand penggunaan obat-obat narkotika. BNN terdiri atas keanggotaan ASN, Kepolisian, dan Militer sehingga terdiri atas berbagai macam elemen.
Puncak acara sekaligus sesi akhir, BNNK Bolmong dan PT PP Proyek Bendungan Lolak menyepakati dengan penandatangan MoU terkait pembuatan media luar ruang dan gugus tugas antara BNNK dengan PP Proyek Bendungan Lolak, dalam rangka pencegahan penggunaan narkotika tingkat proyek, sehingga menjadikan Perusahaan Bersinar (Bersih Narkoba).
***






Comment