Diantaranya, jumlah penduduk yang banyak, tingkat usia kerja karyawan yang banyak, pendapatan, garis pantai yang panjang, dan terdiri atas kepulauan.
“Letak geografis inilah yang membuat sindikat-sindikat narkotika mengincar Indonesia,” ungkapnya.
Jendral satu bintang ini berharap dengan adanya MoU tersebut, nantinya ada tindak lanjut seperti penyuluhan, tes urin, ataupun kegiatan-kegiatan yang bersifat positif.
“Jadi BNNP Sulut dan PT PP untuk sama-sama memerangi narkotika,” tegasnya.
Sementara itu, Prof Project Manager PT PP Hedy Hendar, sangat merespon BNNP Sulut, dalam hal pemberantasan narkotika. Pihaknya bahkan akan mendukung upaya BNNP Sulut agar wilayah Nyiur Melambai terbebas dari narkoba.
“Dengan adanya MoU ini diharapkan anggota dan karyawan PT PP dapat terus bekerjasama memberantas narkoba. Sehingga seluruh karyawan PT. PP khususnya di wilayah Sulut terbebas dari narkoba,” tegasnya.
Ia berharap, dengan ditanda tanganinya MoU ini, akan terjalin kerja sama yang berkelanjutan, bahkan PT PP menjadi perusahaan menyandang predikat Bersih Narkoba (Bersinar).
“PT PP akan berupaya menjadi perusahan Bersinar, sebab selama ini predikat itu lebih banyak didapat oleh desa atau kelurahan,” kata Hedy bersemangat.
***






Comment