Tak ada yang spesial pagi itu, sama seperti hari-hari sebelumnya menjalankan aktivitas dengan gawai, masker menutupi hidung dan mulut, serta sepasang sepatu untuk menjadi kuli beberapa paragrap kalimat sebagai kewajiban seorang jurnalis. “Jangan lupa prokes 3M,” kata itu sering keluar dari mulutnya.
Senin (28/07) hiruk pikuk kebisingan kota mulai terdeteksi di telinga yang tertutup rapat helm yang berlabel SNI (Standar nasional Indonesia), kendaraan-kendaraan saling menyalip mengejar waktu, berbagai warna masker menghiasi wajah para pengguna jalan, ada juga yang tak kelihatan warna maskernya.
Pagi itu perjumpaanku dengan rekan seprofesi di teras warung kopi, Gito Simbala (34) namanya, pria berkulit sawo matang ini lengkap dengan atribut protokol kesehatan, sebuah masker bedah dan sebotol hand sanitizer. Pria dengan humor tinggi tersebut, adalah seorang redaktur namun masih sering turun lapangan untuk meliput berita di wilayah Kota Kotamobagu.
Gito yang telah berprofesi sebagai wartawan kurang lebih 9 tahun lamanya berkutat dari bahaya pandemi Covid-19, yang bisa menyerangnya kapan saja dan di mana saja. Ia masih senang melwawancarai narasumber, mumpung Kantornya berada di Kotamobagu, yang hanya butuh sekitar 5 menit dari rumahnya di Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara.
Baginya profesi wartawan dimasa pandemi Covid-19 harus selalu waspada terhadap ancaman kapanpun dari virus yang lahir di Kota Wuhan dan bermutasi ke pelosok dunia hingga ke Indonesia, termasuk Kota Kotamobagu.
Sebagai wartawan di salah satu media siber ternama di Bolaang Mongondow Raya (BMR) Provinsi Sulawesi Utara, dimasa pandemic Covid-19, tak sekeder memberitakan informasi, namun profesi kuli tinta itu, menjadi salah satu ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat agar tumbuh kesadaran akan pentingnya protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Terlebih saat ini muncul varian baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di sejumlah daerah Indonesia, yang menjadi masalah baru dan harus diseriusi semua pihak.
Menurutnya dengan mematuhi anjuran pemerintah tentang penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 adalah langkah bijak yang bisa menyelamatkan sesama dan orang-orang terdekat.
Sebagai proses edukasi kepada masyarakat dan orang-orang terdekat, Gito selalu menggunakan masker dalam setiap melakukan aktivitas kesehariannya, sesekali Gito mengingatkan rekan dan keluarga yang lupa menggunakan masker saat beraktivitas.
Dalam proses wawancara kepada narasumber pun, ia selalu menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer sebelum maupun sesudah melakukan wawancara.
Berbeda dengan fase awal masa pandemi, ketika pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat, Gito banyak berkomunikasi dengan narasumber lewat gawainya saja, itu semua ia lakukan demi melindungi keluarga dari resiko tertular virus asal china ini.
Pria yang menjagokan Itali di Piala Euro 2021 juga telah mengikuti program vaksinasi pemerintah dengan menyelesaikan proses vaksinasi tahap dua.
Vaksin yang telah memiliki sertifikasi halal dan aman ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi resiko tertular Covid-19 dan memutus mata rantai penyebarannya.
Selain menerapkan prokes covid-19 yang ketat dan mengikuti program vaksinasi Covid-19, Gito juga berpesan agar menjaga pola hidup sehat, alias mengubah perilaku selama pandemic belum berkahir. Toh pola itu juga demi kesehatan dan keselamatan.
“Semua harus berpartisipasi melawan Covid-19, mulailah dari diri kita dengan mematuhi prokes, mengikuti program vaksinasi Covid-19,serta jaga pola hidup sehat dengan olahraga dan mengkonsumsi buah-buahan untuk menjaga keseimbangan sistem imun tubuh,” ujar Gito, Rabu (30/06).
“Jangan menganggap remeh Covid-19, apalagi beranggapan virus tersebut itu tidak ada, sudah banyak bukti kebenaran akan adanya Covid-19 dan masiha da disekeliling kita, tetap waspada dan mawas diri,” lanjut Gito
Gito juga berharap Covid-19 akan cepat berlalu dan kehidupan normal seperti sebelumnya akan kembali lagi. Semua bisa beraktivitas seperti biasa, sehingga ekonomi masyarakat juga tumbuh berkembang.
“Semoga covid-19 cepat berlalu dan kita bisa hidup normal kembali seperti sebelumnya, semoga juga kita semua selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa,” tutup bapak dua anak ini.
Tak henti-hentinya Gito mengingatkan akan bahaya Covid, dan pentingnya mengikuti anjuran pemerintah 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak).
Penulis: Adri Yudha






Comment