by

Mogolaing dan Gogagoman Tertinggi Angka Kematian Covid-19, Jusran: Taati 3M

mediatotabuan.co, Kotamobagu — Peta penyebaran Covid-19 di Kotamobagu, kian memprihatinkan. Dua kelurahan merupakan tertinggi angka kematian, hingga mencapai 26 di Kelurahan Mogolaing dan Gogagoman 22 angka kematian hingga, Rabu (28/7).

Kelurahan Kotamobagu juga tercatat sudah 20 yang meninggal dunia, sementara desa kelurahan lainnya belum menyentuh angka puluhan. Cara yang harus ditempuh adalah dengan mengikuti prokes 3M.

Fenomena ini menuai tanggapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu Jusran Deby Mokolanut. Menurutnya, situasi saat ini sangat memprihatinkan karena sudah banyak warga yang jatuh korban atas wabah yang melanda seantero dunia tersebut.

“Ini menjadi PR bagi semua pihak terlebih pemerintah Kotamobagu, bagaimana upaya pemerintah agar situasi ini bisa teratasi dengan meminimalisir jangan ada korban lagi, bila perlu tidak ada korban karena Covid-19,” kata Jusran, Rabu (28/7).

Kebijakan PPKM yang sedang berlangsung saat ini harus didukung sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. PPKM jangan hanya dijadikan slogan saja, namun penerapannya harus sampai ke tingkat paling bawah yakni RT, sehingga situasi bisa terkendali.

“Prokes 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak harus dikampanyekan terus, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sehingga mengubah perilaku dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua pihak harus terlibat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan ormas juga OKP,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Kotamobagu ini.  

Dikatakan, mengubah perilaku hidup sehat masyarakat bukanlah hal yang mudah dimasa pandemi Covid-19 saat ini, sebab harus ada kesadaran kolektif agar wabah ini benar-benar bisa teratasi. 

“Mari dukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Corona, dengan cara mengikuti anjuran prokes 3M,” imbuhnya.

Sementara, salah satu warga Kelurahan Matali, Supariono mengatakan ia bersama keluarganya akhirnya membatasi keluar rumah dengan melihat situasi saat ini.

“Saya selalau melihat data terbaru kasus penyebaran Covid-19 di situs resmi pemerintah, sehingga mengetahui dimana zona yang mengkhawatirkan. Kami pun masih mengurangi keluar rumah dan lebih banyak kerja di rumah,” kata Supriono.

Dikatakan lagi, munculnya varian Delta Covid-19 yang menakutkan tersebut, ia bersama keluarga lebih mematuhi prokes 3M.

“Intinya kami selalu ikuti prokes 3M, sebagai ikhtiar menghindari penyebaran Covid-19,” aku mantan aktivis mahasiswa ini.

 

Penulis: Fahmi Gobel

 

Comment