Bolmong Akui Kekurangan Vaksin, PKB Sulut Angkat Bicara

mediatotabuan.co, Manado – Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), dengan luas wilayah sangat besar dan memiliki jumlah penduduk banyak, saat ini kekurangan vaksin Covid-19.

Selain vaksin, alat swab yang menjadi salah satu komponen penting dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Bolmong, juga menjadi kendala dikarenakan sangat minim.

Hal tersebut, mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara (Sulut).
Ketua DPW PKB Sulut, Luqman Hakim meminta pemerintah daerah untuk lebih perhatian bagi daerah terluar di Sulut dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 ini.

“Alat sweb sangat penting untuk melakukan tracking guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 lebih luas. Jika kekurangan, maka ini menjadi kendala,” kata Luqman Hakim.

Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Sulut, Yusra Alhabsyi SE, meminta Satgas Covid-19 baik daerah kabupaten dan provinsi untuk melakukan koordinasi menyikapi hal ini.

Pasalnya menurut anggota DPRD Sulut ini, masyarakat Kabupaten Bolmong, saat ini kesulitan melakukan vaksin Covid-19, dikarenakan minimnya stok vaksin untuk Bolmong yang memiliki masyarakat terbanyak di BMR.

“Pemerintah selalu mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti dan mensukseskan program vaksinasi. Tapi vaksin tak tersedia ketika masyarakat butuh,” ketus Yusra.

Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, masyarakat akan jenuh dan program vaksinasi dikhawatirkan akan banyak mengalami kendala.

“Pemerintah harus menyediakan stok vaksin cukup bagi masyarakat khususnya Bolmong, dan terus menggalakkan program vaksinasi agar bisa tercapai herd imunity dalam meminimalisir Covid-19,” tutur Ketua Gerakan Pemuda (GP) ANSOR Sulut ini.

“Maka dari itu, pemerintah pusat tolong perhatikan masalah kekurangan alat sweb dan vaksin di Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bolmong, dr Erman Paputungan, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yusuf Detu, mengakui terdapat kekurangan vaksin di Bolmong, Jumat (6/08).

“Memang untuk saat ini, Bolmong kekurangan vaksin. Jika di lihat dari jumlah penduduk dan luas wilayah, target vaksinasi hari ini masih sangat jauh. Baru sekitar 12 persen dari sekitar 190 ribu jiwa,” aku Detu.

Ia pun mengapresiasi anggota DPRD Sulut, yang telah menyuarakan kekurangan vaksin di Bolmong.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait masalah vaksin ini. Namun karena stok terbatas yang diberikan pemerintah pusat kepada provinsi Sulut dan selanjutnya dibagi lagi ke 15 kabupaten kota, maka yang terjadi kekurangan vaksin. Namun seharusnya dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, Bolmong harus menjadi perhatian khusus,” ujarnya.

 

Penulis: Gito Simbala

Comment