Di BMR, Pemkot Kotamobagu Urutan Pertama Capaian Kumulatif Vaksinasi Covid-19

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dibawah pimpinan Wali Kota Ir Hj Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Kurniawan, terus berupaya menanggulangi penyebaran Covid-19 diwilayah Kotamobagu.

Upaya tersebut terus dilakukan dengan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada semua segmen sasaran vaksinasi.

Grafik capaian Vaksinasi di Sulut. (Foto: Tangkapan Layar)

Melalui siaran pers kondisi epidemiologi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) per tanggal 28 september 2021, Kotamobagu berada di urutan pertama capaian kumulatif vaksinasi Covid-19 dosis 1 di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) dan urutan ke sembilan di Sulut, dengan capaian 34,41 persen dari 97.253 sasaran.

Dengan jumlah capaian kumulatif vaksinasi tersebut, Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya Vaksinasi Covid-19.

“Kami dari tim teknis selalu memberi edukasi, penyuluhan dan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi. Upaya ini lakukan tiap hari di Puskesmas dan lapangan termasuk via medsos pun sangat beragam bentuk edukasi yang kami berikan,” Kata Kepala Dinkes Kotamobagu, dr Tanti Korompot, Minggu (26/09).

Selain sosialisasi dan edukasi, Dinkes Kotamobagu pun melakukan upaya dengan menyasar sasaran vaksinasi disejumlah tempat untuk mencapai target vaksinasi guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita targetkan 2000 dosis 1 setiap hari, sehingga kalau ini tercapai maka capaian kita sudah di atas 70 persen sebelum Desember 2021, sehingga bisa tercapai herd immunity di Kotamobagu,” Kata Tanti.

Dilansir dari www.alodokter.com, Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi ketika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu. Semakin banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, semakin sulit bagi penyakit tersebut untuk menyebar karena tidak banyak orang yang dapat terinfeksi.

Upaya mencapai Herd immunity tidak akan berjalan dengan mudah dan lancar, jika masyarakat dan semua pihak tidak turut berpartisipasi melakukan Vaksinasi, resiko tetular Covid-19 pun akan terbuka lebar.

“Masyarakat datang ke gerai vaksinasi adalah faktor yang sangat menentukan keberhasilan giat vaksinasi, sehingga sangat diharapkan kepada bobato-bobato (Lurah atau Kepala Desa) untuk dapat mensosialisasikan dan mengajak masyarakatnya datang ke tempat vaksinasi,” kata Tanti.

Lanjutnya, Saat ini Tim Satgas Covid-19 Kotamobagu sampai ke kelurahan desa, serta ASN Pemkot Kotamobagu agar mengajak masyarakat untuk beramai-ramai ke gerai-gerai vaksinasi.

“Walikota sudah mengerahkan tim Satgas Covid-19 Kotamobagu sampai Satgas Desa dan Kelurahan, serta semua ASN untuk mengerahkan masyarakat yang belum di vaksin agar beramai-ramai menuju gerai vaksinasi. Ini untuk suksesnya pelaksanaan program vaksinasi guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kotamobagu khususnya dan berkontribusi dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” kata Tanti.

Selain itu, Dinkes Kotamobagu juga pekan lalu melakukan strategi Jemput Bola dengan melakukan Vaksinasi di pasar kuliner pada malam hari, guna menyasar warga yang belum melakukan vaksinasi.

“Vaksinasi juga dilakukan di pasar Kuliner, kegiatan ini sengaja dilakukan pada malam hari dan memilih tempat keramaian (pasar Kuliner), agar bagi warga yang tidak memiliki waktu luang pada siang hari, bisa dilayani malam hari,” kata Tanti.

Hingga pekan ini, Dinkes Kotamobagu yang didukung penuh Wali Kota Ir. Tatong Bara terus melakukan vaksinasi di setiap desa dan sejumlah titik untuk mempercepat program vaksinasi.

“Sesuai jadwal, untuk pekan ini pelaksanaan serbuan vaksinasi mulai Senin 27 September hingga Rabu 29 September, dilaksanakan di tujuh desa oleh tim pelaksana dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), dan untuk Vaksinasi di Kantor Dinkes sampai Sabtu,” kata Tanti.

Masyarakat tak perlu khawatir efek dari vaksinasi, terlebih untuk tidak mudah percaya bahaya Vaksin yang belum jelas sumber informasinya.

“Sebab sejauh ini mana ada yang sakit berat, kalaupun sakit karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), sekarang sudah sehat. Jadi jangan takut untuk divaksin. Sebab, vaksin ini untuk perlindungan diri kita dan keluarga, Vaksin Aman dan Halal,” kata Tanti.

Selain Vaksinasi, Pemkot Kotamobagu Juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk terus mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19 walaupun sudah melakukan Vaksinasi, selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, serta menjauhi kerumunan,” tutup Tanti.

Sementara itu, Kebanyakan masyarakat belum melakukan vaksinasi karena belum siap secara mental, Tapi tak sedikit juga masyarakat memberanikan diri melakukan vaksinasi untuk melindungi diri dari serangan Covid-19.

“Awalnya takut melakukan Vaksinasi karena informasi tentang efek samping vaksin, tapi setelah berbagi informasi dengan orang yang telah melakukan vaksinasi, akhirnya saya memberanikan diri untuk divaksin Covid-19,” kata Tita Modeog, salah satu Warga Kotamobagu, Selasa (28/09).

Setelah divaksin ia bersyukur tak mengalami efek samping vaksin, terlebih Ibu satu anak ini sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko kue untuk menambah penghasilan keluarga.

“Alhamdulillah saya tak mengalami efek dari vaksin, semoga setelah divaksin bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan tidak tertular Covid-19,” harap Tita.

Ia juga terus mematuhi Prokes pengendalian dan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat saat beraktivitas.

“Walau sudah divaksin, saya tetap mematuhi Prokes Covid-19, saat bekerja saya selalu memakai masker dan menjaga jarak dengan pelanggan, serta menggunakan handsanitizer selesai melayani pelanggan,” kata Tita.

Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kotamobagu pada September 2021 mengalami penurunan, dari data corona.sulutprov.go.id pada 6 September 2021 pasien terkonfirmasi positif berjumlah 76 pasien, hingga 28 September 2021 berkurang menjadi 6 pasien. Sedangkan pasien yang sembuh darin 6 September 2021  hingga 28 September 2021 berjumlah 88 pasien dan meninggal 3 pasien.

 

Peliput: Adri Damongi
Redaktur: Gito Simbala

Comment