Curah Hujan Tinggi, Iskandar: Awas Ancaman Bencana dan Harus Taat 3M

mediatotabuan.co, Bolsel – Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) merupakan wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Intensitas hujan tinggi, warga diminta waspada disamping juga harus taati protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 3M.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, pada Senin lalu telah menggelar apel bersama TNI Polri dan pihak terkait kesiapan pencegahan, penanganan dan penanggulangan bencana alam.

Ditengah upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang melanda, juga intensitas curah hujan yang tinggi, membuat wilayah tersebut dalam ancaman bencana alam dan bencana non alam.

Sehingga, bupati meminta kepada pihak BPBD Bolsel segera berkoordinasi dengan pemeirntah wilayah kecamatan dan desa, untuk sosialisasi akan ancaman bencana yang bisa melanda kapan saja.

“Kita sedang diperhadapkan dengan memutus mata rantai penyebaran Corona, masyarakat dimintan tetap patuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Curah hujan akhir akhir ini tinggi, dan Bolsel merupakan daerah rawan bencana, jadi harus siap penanganan dan sosialisasikan akan bahaya-bahayanya,” tegas Iskandar, Sabtu (30/10).

Menurutnya, banjir dan tanah longsor kerap terjadi di wilayahnya. Beberapa kali banjir terjadi karena meluapnya sungai atau sungai tidak mampu lagi menampung debit air yang melebihi kapasitas.

“Akhirnya terjadi banjir lokal yang berlebihan disuatu wilayah, terutama daerah yang terdapat sungai,” kata Kamaru.

Ia juga menginstruksikan kepada camat dan kepala desa (sangadi) untuk segera sosialisasikan ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan apabila bencana terjadi.

“Karena masyarakat saat ini sedang dalam posisi melawan pandemic Covid-19, maka harus diingatkan juga akan bahaya bencana alam, “ katanya.

Dia mengimbau kepada warga yang tinggal di bantaran sungai, daerah bertebing atau pegunungan dan wilayah pesisir pantai agar hati-hati. Apabila curah hujan tinggi dan ombak laut tinggi segeralah menyingkir mencari tempat yang lebih aman.

“Terutama masyarakat yang tinggal dibantaran sungai harus cepat menyingkir bila air mulai meluap. Begitupun nelayan, sebaiknya urungkan melaut, dan yang tinggal dipegunungan atau daerah bertebing cari tempat dulu yang lebih aman,” imbuhnya.

Dia berpesan kepada seluruh sangadi agar cepat melaporkan keadaan wilayahnya bila ada ancaman bencana alam. Kerahkan seluruh apparat desa untuk memantau lokasi-lokasi yang rawan bencana. Ungsikan masyarakat ke tempat yang lebih aman bila bencana dating.

“Sebisannya kita hindari ada korban jiwa, teruslah sosialisasikan akan bahaya bencana alam, ditengah kita sedang menghadapi bencana non ala mini (Covid-19),” pesan Kamaru.

Ia bersyukur karena Bolsel dalam posisi nol pasien Covid-19, tapi jangan lengah semua pihak harus waspada dengan ancaman bencana. Masyarakat wajib menerapkan protkes 3M, selama masa pandemi, demi memutus mata rantai penyebaran Corona.

“Dan sekarang musim hujan dengan curah yang tinggi, tapi harus tetap taati protkes 3M, jangan sampai kita menjadi korban bencana alam dan bencana non alam,” imbuhnya lagi.

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment