Pelajar SMA Azhriyanti, Senang Divaksin Berharap Sekolah Seperti Biasa

mediatotabuan.co, Bolmong – Salah satu pelajar SMA Negeri Poigar, Azhriyanti Aira, melawan ketakutan terhadap jarum suntik karena akan divaksin Covid-19. Namun setelahnya Ia merasa senang dan berharap bisa sekolah lagi seperti biasa tidak via online.

Setiap ke sekolah Aira sapaan akrabnya, harus menggunakan masker dan menyiapkan hand sanitizer. Adalah salah satu cara mengkuti protocol kesehatan dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dan telah dilakoninya setiap hari.

Orang tua Aira juga kerap mengingatkan akan pentingnya perubahan perilaku hidup sehat selama pandemic Covid-19. Ayah Aira Hidayat seorang pegiat sosial Kemensos, yang juga menyadari akan bahaya Covid-19, karena sering bertemu paa rentan alias orang tua/lanjut usia.

Jumat pekan lalu jadwal SMA N Poigar, program serbuan vaksin. Semua pelajar dikumpulkan dan discreening terlebih dahulu sebelum menerima suntikan vaksin. Aira satu satu yang lolos dan akhirnya melawan rasa takutnya terhadap jarum suntik. Namun, karena berharap sekolah seperti biasa, Ia pun rela menerima dosis pertama vaksin tersebut.

“Saya takut jarum suntik, tapi ingin sekolah seperti biasa tidak lagi ada online, agar bisa bersosialisasi dengan teman-teman. Karena belajar di sekolah lebih asyik dibanding hanya lewat jaringan internet. Soalnya letak rumah kami juga susah jaringan internet,” aku Aira kepada media ini, Minggu (31/10).

Pagi tadi Aira bercerita banyak selama vaksinasi berlangsung, banyak juga teman-temannya yang takut. Namun, karena semangat sekolah seperti dulu, sehingga rata-rata menerima dosis dari petugas kesehatan.

“Banyak juga teman-teman yang takut dengan jarum suntik, tapi itulah yang terbaik agar kami bisa berkumpul belajar bersama di sekolah,” aku perempuan berhijab ini.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini berharap, setelah divaksin imun tubuhnya bisa melawan bila terpapar virus Covid-19. Tapi Ia juga sudah paham bila pandemi bisa diminimalisir bahkan hilang asalkan perilaku hidup sehat terus dipraktikan.

“Kami sudah menerima sosialisasi bagaimana cara mengikuti anjuran pemerintah soal 3M, dan setiap di dalam kelas sudah dipraktikan seperti duduk berjarak, dan tidak bersentuhan fisik dengan rekan lain,” kata Aira.

Kepala Sekolah SMA N Poigar, Soli Lendeon saat dihubungi mengatakan belajar di sekolah saat ini masih dibatasi sesuai petunjuk pemerintah. Dalam kelas hanya boleh 50 persen dari isi ruangan, jadi ada beberapa kelas yang digilir masuk kelas.

“Sesuai petunjuk kami tidak boleh menghadirkan seluruh siswa siswi sekaligus dalam sehari, jadi masih digilir,” kata Lendeon.

Dengan adanya vaksinasi di sekolah yang Ia pimpin, diharapkan para pelajar sudah kebal dengan Covid-19, tapi sosialisasi 3M akan terus dilakukan oleh seluruh guru pemegang mata pelajaran.

“Jadi setiap saat selalu disampaikan akan bahaya Corona, jadi tetap ikuti anjuran pemerintah soal 3M,” kata Lendeon.

 

Penulis: Fahmi Gobel

Comment