Pengalaman Guru Mengajar Jarak Jauh di Era Pandemi Covid- 19 “Guru Menolak Menyerah Karena Corona”

Oleh: Sutarjo Paputungan, M.Pd.I

Pandemi Covid-19 telah memaksa kebijakan Physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, dunia pendidikan di Indonesia juga mengalami transformasi dalam memberikan layanannya. Peran pendidik semakin strategis, seiring limitasi untuk bertemu secara fisik dengan para peserta didik, pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan peserta didik kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah.
Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.
Sekolah sejatinya menyadari bahwa dengan situasi wabah ini, arah pendidikan kita harus berubah. Wabah ini memberi tugas baru kepada pendidikan bahwa saatnya ajaran “Baiti Jannati” (rumahku surgaku) diterjemahkan kepada pola pendidikan untuk membuatnya nyata bagi anak-anak kita. Belajar dari rumah sangat penting karena ada orang tua yang membimbing, mengarahkan dan juga menilai kemampuan anak sebagai sentral kontrol di dalam keluarga, dan tugas anak selain belajar secara daring juga membantu orang tua dirumah, inilah bagian dari kekuatan dan nilai positifnya bagi keluarga yang kurang berkumpul dengan anggota keluarga di dalam rumah.
Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill peserta didik, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi. Alhamdulillah, saya di awal tahun 2019 sudah mulai mengikuti kegiatan Virtual Coordinator Training VCT Batch 4 wilayah Gorontalo, Maluku, Kendari, dan Sulawesi Selatan, yang di dalamnya menjayikan pembelajaran daring dan tugas yang harus di laksanakan oleh setiap peserta, salah satunya bisa melaksanakan pembelajaran daring mengunakan video conference dengan menggunakan room meeting webex. Disinilah awal saya mengenal kegiatan daring. Sekalipun pada kegiatan ini saya tidak lulus karena ada tugas yang tidak tuntas di kerjakan, namun tidak membuat saya surut untuk belajar, di pertengahan tahun 2019 kembali di buka pembelajaran daring oleh Seamolec Virtual Coordinator Training VCT Batch 5 Wilayah Gorontalo, dan saya berkesempatan mendaftar kembali via link Seamolec yang di bagikan oleh alumni Batch 4 via whatsapp, dengan sistem pembelajaran yang sama. Alhamdulillah kesempatan ini tidak saya sia-siakan sehinga saya mampu menyelesaikan tugas atas motivasi dan bantuan teman-teman peserta dan instruktur, sehingga dinyatakan lulus dan berhak mendapat sertifikat dari Seamolec (Virtual Coordinator Batch 5 – Wilayah Gorontalo.
Modal kegiatan daring inilah yang menjadikan saya bisa bersama-sama dengan teman-teman alumni bacth 5 yang sekarang sudah menjadi GOSMART (Gorontalo Semangat Teknologi) wadah komunitas alumni VCT Gorontalo, dimana setiap satu pekan 3 kali mengikuti belajar secara online lewat video conference dengan materi-materi yang update mengenai pembelajaran teknologi masa kini dan masa depan.
Di situasi Pandemi Covid-19 telah memaksa kita untuk mengajar dan belajar dari rumah, dimana guru menolak menyerah karena corona, Saya tidak hanya memberikan materi lewat daring kepada peserta didik dirumah, lebih dari itu saya juga masih tetap ingin belajar, Alhamdulillah LPMP Provinsi Gorontalo menindak lanjuti Surat Edaran Mendikbut No. 4 Tahun 2020 Tanggal 24 Maret 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona virus Disease (Covid-19) tindak lanjut surat edaran tersebut berupa kegiatan tatap muka di sekolah digantikan dengan Belajar di Rumah (BDR) yang mensyaratkan beberapa hal: 1). Tidak membebani proses belajar secara daring dengan capaian kurikulum, 2). Diharapkan materi difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, seperti mengangkat topik Covid-19, 3). Tugas dan aktivitas disesuaikan dengan kondisi peserta didik, seperti akses dan fasilitas. Dengan adanya surat edaran tersebut LPMP Gorontalo sebagai UPT Kemendikbud yang memiliki tugas antara lain melakukan penjaminan mutu pendidikan di Provinsi Gorontalo, 3 kali melaksanakan Bimbingan Online Pengambangan Pembelajaran Daring dan pengelolaan sekolah di masa pandemi Covid-19 bimbingan online ini merupakan program merdeka belajar melalui digitalisasi sekolah LPMP Gorontalo, sehinga ini menjadi kesempatan emas bagi kami pendidik untuk bisa belajar gratis secara daring, dan menyerah karena korona. Banyak materi yang di berikan oleh Narasumber hebat dari PTP LPMP Gorontalo yang bisa di serap sehingga menjadi bekal kami dalam mengimplementasikan pembelajaran daring lewat rumah bersama peserta didik kami yang tercinta.
Kebijakan pembelajaran di rumah dengan sistem daring juga di berlakukan di SMP Negeri 2 Gorontalo, sebagai tempat saya mengabdikan diri sebagai pendidik, Alhamdulillah kami semua pendidik mendapatkan subsidi berupa paket pulsa data untuk menunjang kegiatan daring yang dilakukan selama Covid-19. Kami pendidik selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, untuk memastikan jadwal pembelajaran setiap hari, sehingga pembelajaran tidak bertabrakan antara pendidik yang satu dengan yang lainya, semuanya berjalan dengan lancar sesuai jadwal pembelajaran daring, demikian juga dengan peserta didik yang ada dirumah sudah diberikan jadwal pembelajaran daring, dengan tetap mengedepankan asas tidak memaksakan keterlibatan peserta didik setiap daring mengingat masih ada juga peserta didik yang tidak memiliki handphone android dan juga ada peserta didik yang memiliki Handpone android tapi tidak memiliki paket data internet, sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti daring disetiap pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Adapun meeting room yang di gunakan oleh pendidik bervariasi sesuai dengan keinginan dan kesangupan oleh pendidik dan peserta didik. Diantaranya Portal Rumah belajar, Google classroom, Zoom cloud meeting, Microsoft teams, aplikasi penilaian mengunakan quizizz dan kahoot. Ini aplikasi yang sering digunakan oleh beberapa pendidik dalam proses kegiatan daring selama Covid-19. Kegiatan daring ini di beckup oleh pemerinta Kota Gorontalo dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Gorontalo bekerjasama dengan Mimoza TV, (TV Lokal Gorontalo), untuk melakukan kegiatan pembelajaran lewat Televisi dengan narasumber perwakilan guru hebat yang ada di setiap jenjang mulai dari SD kelas 1 sampai V, dan SMP kelas VII dan VIII, yang ada di wilayah Kota Gorontalo, dan perwakilan guru-guru professional untuk setiap mata pelajaran yang ada di jenjang sekolah SD, dan SMP, yang di mulai pada tanggal 13 April 2020 sampai bulan September 2021 masih berlanjut, Alhamdulillah kami pendidik mengikuti kegiatan ini dengan baik dan lancar, karena tidak mengunakan paket data internet, hanya bermodalkan Televisi, dengan motto :Belajar dari Rumah bersama SMART City di Mimoza TV, dikesempatan perdana saya memberikan materi Ibadah Puasa. Kegiatan mengajar di Mimoza TV sudah dua kali di jadwalkan (laksanakan) materi kedua Zakat Fitrah dan Zakat Maal selain itu saya juga mengajar di TVRI Gorontalo bekerja sama dengan LPMP Provinsi Gorontalo dengan materi Sehat dimasa Pandemi Covid 19, pembelajaran kolaborasi dari tiga jenjang guru pengajar yakni sekolah, SD, SMP, dan SMA dan yang terakhir mengajar di RRI Radio Edukasi Gorontalo dengan materi Ibadah Haji dan Umroh, selain itu banyak mengikuti dan melaksanakan kegiatan seminar lewat Webinar baik sebagai narasumber, host, dan peserta. Dan pada tanggal 10 dan 11 November 2020, SMP Negeri 2 Gorontalo salah satu sekolah yang ada di Provinsi Gorontalo jenjang SMP untuk bergabung di Microsoft Global Learning Connection (GLC 2020) dan bisa belajar bersama 2500 peserta didik dan 250 Guru Pendamping yang akan bergabung dan mendapatkan wawasan global tentang beragam budaya, nilai dan perspektif yang berbeda namun penuh inspirasi. Alhamdulillah SMP Negeri 2 Gorontalo bisa bergabung dengan sekolah SMA Negeri 3 Maluku Tenggara, MIN 9 Jakarta, Sekolah MTsN 2 Karanganyer, SMP N 10 Salatiga dan Sekolah Kuhara High School Malaysia, sungguh pengalaman yang luar biasa karena saya termasuk guru pendamping dalam kegiatan Microsoft Global Learning Connection 2020.
Belajar mengajar dari rumah merupakan suatu keharusan untuk situasi saat ini. Tujuannya menjamin keselamatan pendidik dan peserta didik dari paparan Covid-19. Kebijakan tersebut selain membutuhkan kreatifitas pendidik dalam merancang pembelajaran juga menuntut kesiapan peserta didik untuk menyesuaikan diri. Siap berubah dari cara belajar tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan yang memiliki konsekuensi secara moril maupun materil.
Kita akui masuk bulan ke delapan, kegiatan belajar dan mengajar dari rumah sudah mulai menemukan bentuknya yang stabil. Namun, tak dapat dipungkiri mulai ada rasa yang menyapa, yakni rasa jenuh mulai hadir meniupkan kerinduan terhadap sebuah kehadiran dengan tatap muka. Menjadi bukti bahwa teknologi tetap tak bisa menggantikan kehadiran fisik seorang pendidik. Tetapi, apa daya. Sedalam apapun kerinduan itu, jawaban yang memungkinkan untuk sekarang adalah tetap belajar. Keberagaman strategi pembelajaran daring menjadi cara lain untuk membunuh rasa jenuh itu. Terhindar dari strategi yang monoton. Dengan demikian, kolaborasi dan sinergitas antara pendidik, peserta didik dan orangtua peserta didik di saat Covid-19 justru harus semakin erat. Kita meyakini bahwa dibalik musibah biasanya selalu ada hikmah. Ambil hikmahnya dengan cara saling menguatkan, memposisikan peran masing-masing.
Alhamdulillah telah terbit peraturan Walikota Gorontalo Nomor 24 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar Secara Tatap Muka Terbatas di masa Pandemi Covid 19 di Kota Gorontalo, Alhamdulillah kegiatan PTMT dilaksanakan secara serentak tanggal 27 September 2021, dengan ketentuan pendidik dan peserta didik yang hadir di sekolah sudah melakukan vaksinasi. Alhamdulillah sampai saat ini masuk bulan November 2021 tetap berjalan PTMT dengan mengikuti Prokes ketat. Kita semua berdoa semoga keadaan Covid-19 ini akan berlalu dengan sama-sama kita selalu bermunajah kepada Allah SWT, Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Sutarjo Paputungan, M.Pd.I, merupakan Pengiat Literasi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kota Gorontalo serta Guru PAI SMP Negeri 2 Kota Gorontalo.
Penulis juga merupakan Ketua Kerukunan Matali di Gorontalo

Comment