by

Punya Bakat Manari, Anna Akui Sekolah Online Bikin Malas Karena Tunda-Tunda Belajar

Kalau sekolah online agak malas, terkadang tunda-tunda belajar, tapi di sekolah jam belajar sudah pasti, dan siswa fokus dalam kelas karena tatap muka dengan guru,” kata Anna Aulia Sumanta.

Itulah alasan Anna Aulia Sumanta, salah satu siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamogu, mencari lokasi vaksinasi untuk menuntaskan vaksin dosis dua 0,5 mili jenis Sinovac. Anna sendiri sudah divaksin dosis pertama Sinovac, pada 1 Desember lalu.

Anna hanya ingin belajar tatap muda kembali seperti biasa, agar bisa bertemu dengan teman-teman dan belajar bersama. Begitupun interaksi dengan guru atau wali kelas kembali normal. Disisi lain, Anna adalah salah satu yang masuk dalam tim terian tradisional. Ia ingin mengembangkan bakat dalam dunia seni. 

Ia pun mencari lokasi vaksinasi karena di sekolahnya belum ada program vaksin yang masuk, sementara sesuai jadwal dosis kedua sudah jatuh tempo. Ke MTs N 1 Kotamobagu lah Anna, Ia mendapat suntikan dosis kedua dari Tim Nakes Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamogagu, dengan program vaksinasi massal untuk pelajar yang digelar Badan Inetejen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Utara.  

Diketahui, program vaksinasi gencar dilakukan di Kotamobagu, baik oleh pihak pemerintah Kotamobagu, melalui dinas kesehatan, maupun institusi lain seperti Polres Kotamobagu dan Kodim 1303 Bolmong. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Berbagai daya tarik dilakukan, mulai dari membuka gerai vaksin di tempat strategis atau di toko-toko dengan hiburan musik, hingga menyasar masuk ke luar rumah-rumah warga dengan program Vaksinasi Ketok Pintu (V-TOP) oleh Dinas Kesehatan Kotamobagu.

Begitupun Polres, membuka gerai di Mapolres jalan Paloko Kinalang, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, dengan aneka daya tarik seperti door price untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat.

Tak kalah juga Badan Intejen Negera (BIN), dengan program vaksinasi massalnya, secara berturut-turut lebih dari sebulan sejak tanggal 15 November sampai 17 Desember 2021, dengan jumlah warga divaksin sebanyak 2.465, baik dosis satu dan dua, menyasar anak sekolah SMP dan SMA sederajat hingga Lansia. 

BIN dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo, membantu percepatan vaksinasi untuk pelajar sekolah SMP dan SMA hingga tercipta kekebalan komunal dan terhindar dari pandemi Covid-19.

Dilansir dari kominfo.go.id, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dalam laporan kepada Presiden menyebut bahwa BIN memberikan perhatian yang serius kepada program vaksinasi untuk para pelajar. Kepala BIN meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMP Negeri 103 Jakarta bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Badan Intelijen Negara sangat memberikan perhatian yang serius pada vaksinasi Covid-19, khusus untuk anak-anak usia 12 hingga 18 tahun, terutama pelajar SMP dan SMA yang merupakan generasi penerus dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara Republik Indonesia kedepan,” ujar Kepala BIN.

Diketahui BIN melaksanakan kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan kepada 15 ribu pelajar SMP dan 15 ribu pelajar SMA di 14 provinsi, yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Bali, pada 14/7/2021 lalu.

Dan program tersebut belanjut ke kabupaten/kota, termasuk di Kotamobagu dengan menggandeng dinas kesehatan, dimulai 15 November sampai dengan 17 Desember, bocoran diterima media ini, rencananya vaksinasi massal akan berlanjut sembari menunggu intruksi dari pusat, awal Januari 2022 dengan sasaran anak-anak umur 6 sampai 11 tahun.

“Kami masih menunggu perintah dari Mabes BIN untuk kelanjutan vaksinasi,” kata personil BINDA Sulut Anwar, Sabtu (18/12).

BINDA Sulut sempat membuka kegiatan vaksinasi di MTs N 1 Kotamobagu, menyasar pelajar di sekolah yang terletak di jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. Dibantu tim vaksinasi dari RSUD Kotamobagu.

Menariknya, meskipun sasaran adalah tingkat SMP, namun hadir saat itu salah satu siswi dari MAN 1 Kotamobagu, adalah Anna, putri kesayangan pasangan Candra Sumanta dan Sitti Nurmala.

Anna Aulia Sumanta, sendiri mengaku senang setelah menerima suntikan vaksin dosis kedua Sinovac, dan berharap sekolah sekolah akan belajar seperti biasa tidak lagi sistem online.

“Saya ingin menuntaskan dosis dua vaksin Sinovac, kebetulan ibu kerja di sini (MTs N 1 Kotamobagu), jadi ditelepon Ibu, datang saja untuk vaksin,” kata Anna, (16/12).

Anna mengaku tidak merasakan apa-apa saat divaksin dosis pertama lalu, hanya pegal-pegal di tangan yang ditusuk jarum suntik. Hanya saja ia berharap, setelah melawati vaksinasi ini ia akan kembali belajar tatap muka setiap hari sekolah, karena bosan dengan belajar jarak jauh (online).

“Kalau belajar online kadang-kadang saya menunda waktu, jadinya malas, kalau di sekolah masuk kelas sampai waktu pulang sekolah, jadi belajarnya lebih terarah dan disiplin,” kata Anna. 

Siswi yang ingin melanjutkan studi di IPDN, ini punya hobi menari tarian tradisional, bahkan sudah pernah mengikuti lomba tingkat nasional dan masuk peringkat 15 besar. Anna, senang dengan tarian Mongondow Tarian Inde Dou’, Tarian Kabela’, dan saat ini sedang latihan memperlajari tarian Zapin, tarian melayu dari daerah Riau.

Anna menyadari sebagai generasi muda harus punya sumbangsi dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal sebagai bentuk kecintaan terhadap daerah, selain melatih kelenturan tubuh untuk kebugaran. Menurutnya, hal ini juga untuk mengembangkan kreativitas anak muda. “Juga membentuk kepribadian kita sebagai anak bangsa,” kata Anna.

Anna hanya ingin sekolah tatap muka kembali diaktifkan dan tidak lagi lewat daring (dalam jaringan), karena banyak kreativitas yang hilang, diantaranya tidak bisa lagi belajar menari. Kerinduan berinteraksi dengan teman-teman sekolah, guru dan kelompok menari adalah upaya kemajuan pendidikan.

Belajar dari rumah itu bagus, tapi butuh juga tuntutan dari guru dalam penjelasan mata pelajaran, sedang lewat online terkadang dihadapkan dengan jaringan yang buruk sehingga apa yang disampaikan guru tidak utuh. “Adakalanya muncul rasa masal, karena hanya sendirian di rumah,” akunya.

Penerapan protokol kesehatan (protkes) Covid-19 menurut Anna, wajib diikuti karena menurut informasi dari pihak sekolah, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menggunakan masker masih diberlakukan agar kita terhindar dari virus Covid-19. Ia juga berharap seluruh murid sudah divaksin agar belajar tatap muka kembali berjalan normal.

Dilansir dari ditpsd.kemdikbud.go.id, pembelajaran tatap muka terbatas awal tahun ajaran 2021/2022 merupakan awal pembelajaran tatap muka yang harus diterapkan. Sudah lebih dari 1 tahun anak-anak kita melaksanakan belajar dari rumah. Banyak dampak negative, terutama terhadap perubahan perilaku yang berujung terjadinya learning loss. Sehingga program vaksinasi harus didukung pihak sekolah untuk menjaga imun putra-putri didik kita agar dapat melaksanakan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas).

BINDA Sulut khusus di wilayah Kotamobagu, telah menggelar vaksinasi massal untuk pelajar di sejumlah sekolah, diantaranya SMA N 1 Kotamobagu, MAN 1 Kotamobagu dan Mts N 1 Kotamobagu, dan di 21 titik di desa/kelurahan. Di desa dan kelurahan ada juga pelajar yang divaksin.

 

Penulis: Fahmi Gobel

 

Comment