Soal Harga, Pengadaan Solar Cell di Bolsel Dihentikan

mediatotabuan.co, Bolsel – Pengadaan solar Cell di setiap desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), akan dihentikan.

Hal ini, ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bolsel, Ramli Abdul Majid, melalui Kepala Bidang, Darwis Hasan, Selasa (11/01).

Darwis menuturkan, penghentian pengadaan itu dikarenakan solar cell tidak terstandardisasi, mulai dari perbedaan harga per unit yang tidak menentu maupun variasinya.

“Per unit ada yang menawarkan Rp 20 juta, Rp 17 juta setengah, Rp 13 juta dan Rp 9 juta. Jadi tidak ada harga yang paten,” ujarnya, saat diwawancarai di kantornya.

Kata Darwis, ketidakjelasan terkait standarisasi solar cell ini mengakibatkan kerawanan, sebab ada spek yang tinggi dan rendah. Sementara di setiap desa, lanjutnya, belum ada pengaturan standar harga tersebut.

“Namun sekarang kami sementara susun standar harga khusus di desa. Yang tidak diatur-atur begitu, akan dilakukan pengaturan,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia menambahkan, untuk tahun ini Kabupaten Bolsel akan mendapatkan bantuan 3000 unit solar cell dari pemerintah pusat.

“Khusus untuk bantuan ini, kita lihat kebijakan Bupati Bolsel desa-desa mana yang akan diberikan. Cuma paling prioritas itu adalah wilayah gelap dan tempat-tempat wisata,” tandas Darwis.

 

 

Peliput: Apriyanto Rajak

Redaktur: Gito Simbala

Comment