Telusuri Dugaan Ajaran Menyimpang, MUI dan Kemenag Bolsel Bertemu

mediatotabuan.co, Bolsel – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menelusuri adanya dugaan seorang warga Desa Milangoda’a Barat, Kecamatan Tomini, yang tengah mempraktikkan ajaran menyimpang dari syariat Islam.

Insyaallah, masih akan ditelusuri. Tidak semudah itu kan memvonis orang. Kita masih tanya-tanya dulu akidahnya apa, sumber ilmunya dari mana dan pegangannya apa,” ujar Ketua MUI Bolsel, Muhammad Pakaya, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (21/02).

Baca Juga: Ritual Pengobatan di Bolsel, Seorang Warga Tomini Jadi Sorotan 

Ia mengatakan, sejak pagi tadi pihaknya dan Kementerian Agama (Kemenag) Bolsel telah melaksanakan rapat dalam rangka menindaklanjuti informasi masyarakat perihal dugaan yang tengah mempraktikkan ajaran menyimpang dari syariat Islam tersebut.

“Hasil rapat antara MUI dan Kemenag tadi bahwa besok, Selasa 22 Februari 2022 akan mendatangi langsung kediaman salah seorang warga Milangoda’a Barat ini,” tandasnya

Diberitakan sebelumnya, bahwa Partin Botutihe, salah seorang warga Milangoda’a Barat, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Selatan (Bolsel), tengah mempraktikkan ritual pengobatan alternatif guna menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, sejak satu bulan lalu Partin mempraktikkannya ritual pengobatan. Bahkan ada juga dari luar daerah yang datang berobat.

Namun, ritual pengobatan Partin itu, menjadi sorotan dari sejumlah pihak, terlebih Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bolsel, Syukri Van Gobel.

Syukri mengatakan, guna mendalami adanya laporan masyarakat berkaitan dengan pengobatan ritual yang diduga menyelipkan pemahaman menyimpang dari ajaran Islam itu, pihaknya mendatangi kediaman Partin, Sabtu (19/02) pekan lalu.

“Selain mempraktikkan ritual pengobatan, Partin pun mengaku bertemu langsung dengan Allah SWT, mengaku sebagai Aulia dan anaknya adalah jelmaan Nabi Isa. Itu antara lain yang disebutkan Partin,” ujarnya, saat dikonfirmasi Senin (21/02).

Syukri mengatakan, Partin saat ini telah memiliki pengikut. Dan tidak menutup kemungkinan, akan ada oknum yang memprovokasi masyarakat Desa Milangodaa bersatu yang pada akhirnya menggangu mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Syukri menambahkan, berdasarkan fakta-fakta ini kiranya pihak terkait yang ada di Bolsel bisa mengambil tindakan, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

 

 

Peliput: Apriyanto Rajak

Comment