Camat Tomini Nilai Tepat BPBD Inisiasi Forum Mitigasi Bencana

mediatotabuan.co, Bolsel – Camat Tomini Abidin Patilima, menyebut sangat tepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menginisiasi forum lokakarya hasil kajian sedimentasi dan upaya mitigasinya di lanskap Kabupaten Bolsel.

Menurutnya, Lokakarya yang digelar digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu mulai dari 14-15 Maret 2022 itu menjadi begitu penting lantaran topografi Kabupaten Bolsel rentan terhadap bencana, misalnya banjir dan tanah longsor.

“Kecamatan Tomini pada tahun 2020 kemarin adalah wilayah paling parah terdampak banjir di Bolsel. Saya tahu persis bagaimana kondisi bencana alam yang dialami masyarakat di sini, terlebih di Desa Milangodaa Barat dan Pakuku Jaya,” kata Abidin, saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Selasa (15/03).

Bahkan katanya, bencana banjir bandang yang dialami dua tahun lalu oleh masyarakat Kecamatan Tomini itu meninggalkan trauma, sebab tidak hanya merusak infrastruktur jalan dan jembatan, namun juga berdampak pada puluhan rumah warga.

“Namun Alhamdulillah jembatan dan yang rusak itu telah diperbaiki menggunakan dana APBN. Dan rumah-rumah warga yang rusak atau terkena dampak banjir telah direlokasi oleh pemerintah daerah menggunakan dana APBD,” ujar Abidin dan menambahkan sebanyak 56 rumah dan 1 Masjid berhasil direlokasi.

Ia mengatakan, bencana banjir sebelumnya itu telah menjadi warning bagi masyarakat dan pemerintah kecamatan supaya lebih siaga dalam menghadapi bencana. Bahkan, pihaknya telah membentuk satuan tanggap bencana di setiap desa.

Selain itu, Abidin mengatakan, dari sisi anggaran kebencanaan pihaknya menginisiasi bahwa 7 desa di Kecamatan Tomini wajib menyisihkan dana Rp5 juta setiap tahunnya. Menurutnya, hal ini adalah upaya desa dalam rangka merespon penanganan bencana tingkat 1.

“Sebagaimana Permendagri nomor 20 tahun 2018 bahwa penanganan bencana tingkat 1 ini dapat dilaksanakan di desa. Sehingga melalui regulasi ini kami mendorong supaya penanganan bencana tingkat 1 dianggarkan lewat dana desa. Alhamdulillah tahun 2022 inisiasi ini mulai dijalankan khususnya di semua desa yang ada di Kecamatan Tomini,” katanya.

Abidin menambahkan, sehingga dengan adanya forum Lokakarya kerjasama antara BPBD Bolsel dan WCS-IP adalah sebuah langkah tepat yang perlu didukung oleh semua stakeholder terkait.

Sementara itu, Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, mengatakan forum Lokakarya yang digagas ini menjadi catatan sejarah bahwa pemerintah menunjukkan keseriusan untuk terus merawat alam dan lingkungan demi anak-cucu di daerah ini.

“Satu hal yang membanggakan kita adalah mendiskusikan sedimentasi dan mitigasi lanskap Bolsel. Ini yang harus benar-benar kita bahas secara detail. Supaya kita mendapatkan data terkait dengan mitigasi bencana di Bolsel,” ujar Iskandar saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya bila selama ini pemerintah cenderung merespon pada saat bencana berlangsung, maka pola pikir ini yang mesti diubah dengan penanggulangan bencana berbasis pencegahan. Mengapa demikian, katanya, agar kemudian bisa mengurangi risiko-risiko bencana itu sendiri.

“Kita mesti ambil pengalaman pada tahun 2020, di mana hampir semua wilayah di Bolsel terdampak banjir. Dan yang paling parah di Desa Milangodaa Barat dan Pakuku Jaya. Puluhan rumah terdampak. Jalan dan jembatan rusak. Ini harus jadi pengalaman kita yang tidak boleh lagi terulang,” tandasnya.

 

 

Peliput: Apriyanto Rajak

Comment