Calon Kades Banyak dari Anggota BPD, Sehingga DPRD Gorut Studi Komparasi ke Bolsel

mediatotabuan.co, Bolsel – Calon Kepala Desa (Cakades) di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) banyak dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sementara lembaga itu yang akan menetapkan hasil Pilkades. 

Hal tersebut membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), mencari referensi meminimalisir persoalan yang nantinya muncul. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), salah satu daerah yang menjadi sasaran studi komparasi.   

DPRD Bolsel, Kamis (12/05) menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari DPRD Gorut. Hal yang dibahas adalah Pilkades, sebab daerah tak lama lagi akan melaksanakan pemungutan suara pemilihan sangadi (Pilsang) di 38 desa pada 18 Mei 2022.

“Bolsel kan terhitung tinggal seminggu lagi hari H pemilihan kepala desa. Tentu mereka sudah menyelesaikan persoalan yang timbul. Saya kira, persoalan di Gorut nanti kurang lebih akan sama,” kata Wakil Ketua DPRD Gorut, Roni Imran.

Rombongan DPRD Gorut diterima Kepala Subbagian Analis Perundang-undangan DPRD Bolsel, Jarwadi Sirwan. Dalam pembahasan kata Sirwan, beberapa desa Calon Kades Banyak dari Anggota BPD, Sehingga DPRD Gorut Studi Komparasi ke Bolsel, untuk meminimalisir persoalan yang nantinya muncul.

“Sementara BPD merupakan lembaga yang nanti menetapkan calon kepala desa,” kata Jarwadi, Jumat (13/05).

Kemarin (Kamis, red) disinggung juga soal jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Karena di Bolsel kan sudah diatur paling tinggi di setiap TPS 500 pemilih dan jumlah DPT rata-rata di angka 1 000 pemilih, sedangkan di Gorut setiap desa jumlah DPT nya mencapai 3 000.

“Nah, beberapa hal ini yang menjadi bahan pembicaraan. Jadi kemungkinan ada beberapa hal yang menjadi referensi Pilkades di Gorut yang akan dilaksanakan juga Juli mendatang,” kata mantan Ketua Panwaslu Bolsel ini, yang mengatakan alasan DPRD Gorut Kunker ke Bolsel karena Calon Kades Banyak dari Anggota BPD, Sehingga DPRD Gorut Studi Komparasi ke Bolsel.

 

Penulis: Apriyanto Rajak

Editor: Fahmi Gobel

Comment