Siapkan Generasi Boltim Berahklakul Karimah, SSM Siapkan Biaya Mondok

mediatotabuan.co, Boltim — Pembangunan mental dan kultur ahlakul karimah generasi muda di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pemerintah setempat menyiapkan anggaran untuk dua orang per desa, sekolah dan mondok di pesantren Tebuireng Desa Buyat. 

Program ini mulai ditelorkan Bupati Boltim Sam Sahrul Mamonto (SSM) di 2022. Tak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, namun membangun kultur ahlakul karimah bagi anak-anak juga menjadi program andalan mantan jurnalis tersebut.

Menurut SSM, pembangunan mental spiritual bagi anak-anak wajib dikedepankan, karena mereka adalah generasi masa depan yang harus disiapkan secara akademik maupun spritual.

“Terutama membangun ahlakul karimah, karena bila ahklak anak-anak baik, maka mereka juga akan menjadi generasi yang baik, tentu dengan kecerdasan akademik yang bagus pula,” kata Sahrul,  

Salah satu program dari Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto (SSM), mulai berjalan tahun ini (2022) adalah program 1 (satu) desa 2 (dua) santri.

Bahkan, keseriusan Pemda Boltim ditandai dengan diterbitkan Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah dengan Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat, pada 2 Maret 2022.

SSM meminta agar para sangadi (kepala desa) mensosialisasikan program ini. Meskipun, pada tahun ini setiap desa baru bisa mengirimkan 1 (satu) orang anak yang akan menjadi santri di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Buyat.

“Karena keterbatasan anggaran, tahun ini baru satu santri per desa,” ungkap Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, lalu.

Dia meminta bagi calon santri silahkan melapor ke pemerintah desa masing-masing, nanti pemerintah desa yang memilih perwakilan yang akan dikirimkan menjadi santri di Pondok Pesantren.

“Yang paling utama adalah memiliki surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh pemerintah desa masing-masing,” terang Sachrul.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng VII Buyat Kyai Abdurrahman Modeong mengatakan, pendaftaran santri baru sudah mulai dibuka pada pekan lalu.

Sangadi Moyongkota Baru Kecamatan Modayag Barat Husain Embo mengucapkan terima kasih kepada Bupati Boltim, atas program tersebut.

Ini merupakan stimulan untuk desa-desa dan masyarakat bahwa pemerintah sangat serius dalam dunia pendidikan khusus pendidikan agama Islam.

“Semoga melalui pondok pesantren ini dapat melahirkan santri-santri yang memiliki pengetahuan agama yang baik,” ucap Muhammad Husain Embo, Selasa Rabu (1/06/2022).

 

Penulis: Haswin Thomas

Editor: Fahmi Gobelrsebut.

 

 

Comment