by

Pelajar di Kotamobagu Meregang Nyawa, Diduga Akibat Perundungan

mediatotabuan.co, Kotamobagu – Belum hilang diingatan kita kejadian salah satu anak dibawah umur di Kecamatan Kotamobagu Selatan, meninggal dunia diduga akibat kekerasan. Kini muncul lagi korban anak diduga karena bullying (perundungan) teman sekolah.

Dugaan sementara, korban warga Kecamatan Kotamobagu Selatan, adalah pelajar di salah satu sekolah di Kota Kotamobagu. 

Informasi yang berhasil dirangkum mediatotabuan.co, pihak penegak hukum saat ini sedang memeriksa 9 (sembilan) pelajar terduga pelaku perundungan terhadap korban, yang berujung bersangkutan menghembuskan nafas terakhir di RSUD di Manado.

Kepala sekolah dimana korban menempuh pendidikan berinisial ISM, ketika dikonfirmasi via seluler nomor 082395448***, dalam keadaan aktif namun tidak diangkat. Saat dihubungi melalui WhatsApp (WA) tidak mendapat balasan, Senin (13/06//2022).

Kronologis kejadian perundungan tersebut terjadi pada Rabu (08/06/2022) di sekolah. Korban usai mengikuti ulangan, menuju Musholah tapi sebelumnya hendak ambil air wudhu. Diduga korban sempat disekap dengan sajadah dan dipukul dibagian perut.

Setelah pulang sekolah dan tiba di rumah, korban pun langsung mengeluh sakit di bagian perut, dan keluarga membawa korban ke RSUD Kota Kotamobagu untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Prof Kandouw Manado Sabtu (11/06/2022), karena ada kelainan dibagian usus.

Tindakan medis operasi dilakukan, namun nyawa korban tidak tertolong, hingga korban meninggal dunia Minggu (12/06/2022).

Info lain berhasil dikumpulkan, saat dilakukan operasi, korban dalam keadaan koma dan sangat lemah. Ada bagian usus yang dikeluarkan karena rusak parah. Pun, banyak darah sekitar 1 (satu) liter yang disedot, diduga pendarahan karena adanya benturan yang kuat. 

Atas kejadian tersebut, Legialator Dapil Kotamobagu Selatan Jusran Debby Mokolanut mengimbau warga atau keluarga menahan diri. Percayakan kasus ini kepada pihak berwajib.

“Kami minta UPTD Perlindungan Anak Kotamobagu, agar apat mendalami ini,” imbuh Jusran, Senin (13/06/2022).

Disisi lain kata Jusran, diperlukan penguatan institusi sosial dalam pembinaan generasi kedepan, agar korban anak tak akan ada lagi.

“Karena ini menyangkut masa depan anak-anak Kotamobagu,” katanya.

 

Penulis: Gito Simbala

Comment