mediatotabuan.co, Boltim – Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat) menggelar seminar yang membahas Prospek Kekuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023 untuk pertama kalinya.
Dalam seminar itu Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto menjadi salah satu narasumber yang membahas isu internasional serta peluang dan tantangan indonesia saat menjadi ketua negara-negara Asean.
Bupati Sachrul dalam materinya menyampaikan, bahwa indonesia menjadi ketua Asean saat dunia sedang mengalami ketidak stabilan, salah satu contoh perang antara rusia dan ukranina yang secara langsuang berpengaruh terhadap ekonomi dunia, ketegangan di Tingkok, serta kudeta militer di miyamar.
Ini adalah kali pertama unsrat mengelar seminar yang membahas Prospek Kekuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023 bagi Pengembangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, serta Kemampuan dan Kebutuhan Daerah Perbatasan (Sulawesi Utara) dalam Menghadapinya, yang melibatkan kepala daerah sebagai Narasumber.
“Ini menjadi pekerjaan yang berat bagi indonesia tapi indonesia tetap harus mampu menunjukan kemampuannya sebagai negara yang mampu memfasilitasi semua negara negara anggota Asean serta indonesia menunjukan sikap netral dan tidak boleh terlibat blok tertentu di negara negara Asean”
Bupati Sachrul juga mengunkapkan, bahwa tahun 2017 lalu presiden jokowi telah melakukanpertemuan untum membahas eksport inport ekonomi antara negara philipina dan indonesia dengan cara rool on roll of, General santos/Davao menuju Bitung yang juga adalah gerbang pasifik, dan masuk Alki (Arus Laut kepulawan Indonesia 3).
Tapi pembicaraan itu terhambat karna adanya birokrasi yang berbelit belit, hingga pembicaraan itu gagal.
Menurutnya bahwa ini yang harus diperbaiki lagi soal aturandan regulasi serta birokrasi, tak hanya itu Bupati juga menyingung soal persaingan bahan kualitas eksport yang belum bisa bersain secara internasional dan ini jelas menjadi kendala bagi Indonesia.
Dr Drs Michael Mamentu sebagai ketua pusat studi ASEAN mengungkapkan bahwa Bupati Boltim di undang menjadi Narasumber, artinya bahwa yang bersangkutan sangat paham dengan isu isu nternasional, terutama petan negara negara Asean serta peluang dan tantangan Michael juga mengaku bangga bahwa salah satu muridnya memiliki wawasan yang luas,
“Ini adalah ajang untuk menguji intelektual para narasumber terutama Bupati Boltim, karna yang menjadi peserta dan penanya adalah rata rata para dosen yang bergelar doktor, tapi belia mampu menjelaskan dengan cara yang sangat memuaskan,”
Michael menambahkan bahwa tidak semua kepala daerah memiliki kemampuan dalam membahas isu isu internasional, senada denga Michael, Doktor Femmy Tulusan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap mantan muridnya di pasca sarjana .
“Tentu dengan hadirnya Bupati ini merupakan kebangaan kami dosen dosen di unsrat sebab belia adalah mahasiswa kami” tegasnya.
Diketahui narasumber lain dalam kegiatan itu Dino Pati Djalal (Directur of Foregin Policy Community of Indonesia), Edy Prasetyo (Direktur Eksekutif ASEAN Study Center – Universitas Indonesia, Franky Rengkung, S.IP., MA (Dosen tetap pada Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi).
Penulis : Haswin Tomas
Editor : Fahmi Gobel






Comment