Ditegaskan Hoax, Perusahan Membeli Lahan Tanaman Porang Hingga Puluhan Juta

mediatotabuan.co, Boltim – Isu ada perusahan yang akan membeli lahan untuk tanaman porang ditegaskan hoax oleh Pemda Boltim.   

Isu itu beredar di kalangan masyarakat Kecamatan Modayag, dan sebagian wilayah Kotamobagu.

Terinformasi bila ada pembeli lahan dengan harga menggiurkan hingga puluhan juta rupiah per hektar.

Namun hal tersebut ternyata belum diketahui pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim.

Seperti ditegaskan Kepala PUPR Boltim, Haris Sumanta, bahwa setiap investasi harus membutuhkan rekomendasi kesesuaian pemanfaatan ruang dari bupati.

“Rekomendasi tersebut didapatkan setelah dibahas di Forum Penataan Ruang Daerah (FPRD) Boltim,” ungkap Haris.

Karena harus sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang dan RTRW Boltim.

Selain itu perusahan yang konon akan membeli lahan tersebut belum pernah berkoordinasi dengan pemerintah wilayah.

Hal ini dikatakan Camat Modayag Asral Mamonto. “Belum pernah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan,” ungkap Asral.

Memang ada beberapa orang menemui pihaknya menyampaikan rencana penanaman porang di wilayah Modayag.

“Tapi itu baru tahap uji coba. Kami sampaikan agar melapor dulu ke Pemda Boltim,”Jelas Asral.

Selain itu perusahaan juga harus sosialisasi ke masyarakat agar ada kejelasan.

“Tapi sampai dengan hari ini pihak yang menghubungi kami tidak pernah lagi berkomunikasi,” ungkap Asral.

Ia juga menegaskan bila isu tersebut hoax, apalagi dengan tawaran membeli lahan dengan harga hingga ratusan juta rupiah.

Ada juga informasi bila petani akan dikucuran dana segar hingga puluhan juta rupiah untuk tanaman porang.

“Informasi itu hoax, karena sampe sekarang tidak ada perusahaan yang telah melapor ke Pemda Boltim,” tegasnya.

Makanya, ia mengimbau agar masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita berita atau cerita yang tidak jelas kebenarannya.

Diperkuat juga dengan diungkapkan Sangadi Badaro, Marthen Surendu, bila belum pihak perusahaan tanaman porang datang melapor ke Pemerintah Desa Badaro.

Senada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boltim Mat Sunardi mengatakan belum mengetahui hal tersebut.

“Pemda Boltim sangat terbuka kepada investor, akan tetapi harus sesuai persyaratan dan kriteria yang jelas,” tandas Sunardi.***

 

Penulis: Haswin Tomas

Editor: Fahmi Gobel

Comment